Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono memimpin peringatan 40 hari gugurnya awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang dipusatkan di Dermaga Madura, Markas Komando Armada (Koarmada) II Surabaya. 

"Kegiatan ini juga diselenggarakan serentak di seluruh jajaran TNI AL di Tanah Air," kata Kasal Yudo Margono kepada wartawan di sela acara tahlil, Kamis malam.  

Diawali Shalat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tahlil membaca Surat Yasin, serta memanjatkan doa untuk arwah awak kapal selam KRI Nanggala.

Seluruh keluarga awak kapal selam KRI Nanggala hadir dalam kegiatan ini dan masing-masing mendapat bantuan dari para donatur. 

Dalam rangkaian acara tersebut, untuk mengenang jasa KRI Nanggala yang telah menjaga wilayah perbatasan laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kasal Laksamana Yudo Margono juga meletakkan batu pertama untuk pembangunan monumen yang berlokasi di lingkungan Markas Koarmada II Surabaya. 

Menurut Yudo, kegiatan evakuasi kapal selam KRI Nanggala-402 telah dihentikan atas arahan Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, KRI Nanggala bersama seluruh awaknya dipastikan bersemayam abadi di laut NKRI.

Sebanyak 53 orang prajurit dan awak kapal selam KRI Nanggala-402 telah dinobatkan sebagai pahlawan setelah dinyatakan gugur dalam tugas di perairan utara Bali pada 21 April 2021.

"Kita akan membantu, mendukung dan menjaga keluarga awak KRI Nanggala yang telah gugur. Khususnya putra-putrinya, sudah ada beasiswa dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikannya ditanggung mulai dari sekolah dasar hingga jenjang S-1," kata Laksamana Yudo Margono. 

Pun dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah memberi bantuan rumah kepada masing-masing ahli waris awak KRI Nanggala-402. 

"Dengan bantuan rumah ini, mudah-mudahan membantu mereka dalam menatap masa depan yang lebih baik," ucap Laksamana Yudo.

Pewarta: Hanif Nashrullah

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2021