Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Blitar, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa terdapat seorang warga asal Kelurahan Gedog yang bekerja sebagai sopir positif terinfeksi virus corona.

"Ini seorang laki-laki berumur 60 tahun di Kelurahan Gedog. Ia bekerja sebagai driver," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Blitar dr Muhammad Muchlis dalam keterangannya di Blitar, Selasa.

Dari hasil tracing, sopir asal Gedog itu pada 15 Juni 2020 melakukan perjalanan ke Jakarta dan kembali ke Kota Blitar pada 18 Juni 2020. Pada 19 Juni, dia melakukan pemeriksaan swab mandiri sebagai administrasi persyaratan perjalanan kembali ke Jakarta.

Pada 22 Juni 2020, hasil dari tes swab tersebut keluar dan dia dinyatatakan positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 sehingga menjalani isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19.

"Menurut yang bersangkutan ada lima orang temannya sesama driver yan juga positif," kata dia.

Namun, untuk sopir yang dimaksud merupakan warga di luar Blitar sehingga data yang masuk ke Kota Blitar hanya sopir asal Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, tersebut.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Blitar juga telah mendata bahwa terdapat seorang kakek usia 95 tahun di Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar, yang juga positif corona.

Diketahui, bahwa pada 15 Juni 2020, kedatangan keluarga dari Malang dan pada 16 Juni 2020 yang bersangkutan berobat ke rumah sakit swasta dengan keluhan batuk, pilek dan dilakukan rapid test dengan hasil reaktif.

Hasil pemeriksaan swab dinyatakan positif COVID-19 dan saat ini menjalankan isolasi di rumah sakit rujukan COVID-19. Kakek 95 tahun itu sebelumnya dinyatakan orang dalam pemantauan (ODP) hingga menjadi positif COVID-19.

Kasus lainnya adalah seorang laki-laki usia 61 tahun, warga Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Ia merupakan seorang pasien dalam pemantauan (PDP) tanggal 9 Juni 2020 dan hasil swab keluar dinyatakan positif COVID-19. Saat ini, yang bersangkutan dirawat di RS rujukan COVID-19 di Kota Blitar.

Hingga kini, secara kumulatif di Kota Blitar ada tujuh kasus yang sudah terkonfirmasi, yakni tiga orang dalam proses perawatan, dan yang sudah sembuh ada empat orang.

Ia meminta agar masyarakat disiplin tinggi untuk pembatasan kontak dengan orang lain dan memakai masker, sering melakukan cuci tangan dengan memakai sabun dan air yang mengalir.

Warga juga dianjurkan untuk istirahat yang cukup, melakukan olahraga secara teratur, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan beragam, berhenti merokok, dan apabila ada keluhan gejala gangguan sistem pernafasan seperti pilek, sakit tenggorokan, batuk, sesak nafas, agar menghubungi puskesmas terdekat. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2020