Perusahaan asal Jeman yang bergerak di bidang teknologi, Bosch menggandeng sejumlah kementerian untuk menumbuhkan inovasi Internet of Things (IoT) lokal dengan menggelar kompetisi "Bosch IoT Hackathon 2019".

Managing director Bosch di Indonesia, Andrew Powell di Surabaya, Jumat, mengatakan kompetisi itu telah membuahkan hasil terbaik, dengan terpilih dua pemenang, yaitu kelompok Unafeed dengan kategori smart aquaculture dan kelompok Ceri kategori smart agriculture.

Kelompok Unafeed menghadirkan inovasi teknologi untuk pakan sidat otomatis yang dilengkapi dengan berbagai sensor untuk membantu peternak sidat untuk meningkatkan efisiensi ternak yang mereka namakan dengan teknologi Unafeed.  

Sementara kelompok Ceri menghadirkan solusi IoT untuk pengolahan biji kopi yang dinamakan dengan Ceritech, yaitu sebuah sistem pantau dan kontrol yang dilengkapi dengan sistem peringatan untuk proses fermentasi dan pengeringan dalam pengolahan buah kopi.

"Tujuan kompetisi ini adalah menumbuhkan, mempromosikan dan mendukung inovasi anak-anak muda yang cerdas digital dengan menantang mereka untuk mengembangkan solusi IoT menggunakan Bosch XDK," kata Andrew kepada wartawan.

Ia menegaskan, Bosch Indonesia berupaya menemukan solusi IoT lokal baru di bidang smart manufacturing, smart mobility, smart cities, smart agriculture atau aquaculture, serta solusi yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan sosial.

Langkah ini dengan melihat besarnya pasar IoT Indonesia. Lebih dari 140 juta pengguna internet, pasar IoT di Indonesia diperkirakan bernilai 30 miliar dolar AS, setara dengan Rp444 triliun pada 2022 mendatang.  

Kementerian yang diajak kerja sama masing-masing Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Asosiasi IoT Indonesia, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung. 

"Sejak Mei hingga Agustus 2019, Bosch menjalankan rangkaian ‘Road to Hackathon’ di Surabaya, Jakarta, dan Bandung untuk membahas berbagai topik, seperti smart manufacturing, smart mobility, dan smart city. Tujuannya agar para kalangan muda dan mahasiswa mendapatkan wawasan tentang tantangan yang saat ini dihadapi Indonesia dalam bidang IoT,” tambahnya.

Selanjutnya, pemenang berhak menerima anggaran proyek serta bekerja secara kolaboratif dengan Bosch guna mengevaluasi komersialisasi dan potensi pasar dari ide-ide mereka.

Apabila menjanjikan, tim akan diundang menghadiri dan mempresentasikan proyek mereka di ajang Bosch Connected World 2020 di Berlin, Jerman.

"Harapan kami, langkah ini dapat mendorong anak-anak muda Indonesia yang kreatif dan inovatif untuk mengeksplorasi solusi Indonesia yang unik, dan yang terpenting mengubah ide-ide mereka menjadi solusi yang terhubung untuk masa depan," katanya.

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019