Pimpinan Sementara DPRD Kota Madiun, Jawa Timur, menyepakati membentuk tujuh fraksi untuk periode 2019-2024 dalam rapat paripurna yang digelar di gedung DPRD setempat.

"Pembentukan fraksi tersebut mengacu pada tata tertib DPRD lama yang masih berlaku," ujar Ketua Sementara DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputro di Madiun, Jumat.

Ketujuh fraksi tersebut adalah Fraksi PDIP, Demokrat, Gerindra, Perindo, PKB, Fraksi Madiun Bermartabat (Mantab), dan Fraksi PKS-PAN.

Adapun, Fraksi Madiun Bermartabat merupakan gabungan dari Partai Golkar, PSI, dan Nasdem yang mempunyai kekuatan lima kursi. Sedangkan Fraksi PKS-PAN merupakan gabungan PKS dan PAN yang memiliki kekuatan tiga kursi. Sementara PPP memilih bergabung dengan PKB.

"Setelah mengumumkan fraksi ini, tahapan berikutnya akan menyusun tata tertib (tatib) DPRD yang baru dengan menggandeng tim ahli," kata Andi.

Menurut dia, jumlah tujuh fraksi yang terbentuk tersebut bertambah dari keanggotaan DPRD periode sebelumnya 2014-2019 yang hanya lima fraksi.

Lima fraksi yang lama yaitu, Fraksi Demokrat Bersatu, Fraksi PKB, Fraksi Gerindra, Fraksi PDIP, dan Fraksi Pembangunan Nasional Rakyat Sejahtera.

Dari lima fraksi periode sebelumnya, terdapat dua fraksi yang merupakan koalisi, yakni Fraksi Demokrat Bersatu, yang merupakan koalisi dari Partai Demokrat, Golkar, dan Partai Amanat Nasional. Kemudian Fraksi Pembangunan Nasional Rakyat Sejahtera yang merupakan koalisi dari Partai Nasdem, PPP, PKS, dan Hanura.

Ia menambahkan, penyusunan tatib baru akan dikebut karena di pekan kedua bulan September sudah terdapat agenda rutin dari eksekutif, yaitu RPJMD yang sudah harus masuk, termasuk nota keuangan, yaitu penyampaian nota keuangan dari pemerintah kota kepada DPRD.

Selain itu, pimpinan sementara DPRD Kota Madiun juga akan segera membahas pimpinan definitif. Hal itu sesuai dengan tugas pimpinan sementara yang memfasilitasi pembentukkan fraksi hingga pimpinan definitif.

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019