Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau Kota Surwbsys menerapkan program penanaman pohon yang berjarak sangat rapat, yaitu antara 1,5 meter hingga 2 meter.

“Sebenarnya sesuai aturan, penanaman pohon lindung harusnya berjarak 5 meter, namun di Surabaya ini perlakuannya khusus,” kata Kabid penerangan jalan umum (PJU) dan ruang terbuka hijau (RTH) Dinas KRTH Kota Surabaya Hendri Setianto di Surabaya, Rabu.

"Untuk di Surabaya ini kan menanam pohonnys dari sudah besar sehingga tidak ada akar tunjang, melainkan akar serabut. Tidak ditanam dari biji, kalau dari biji akar tunjangnya bisa ke bawah lebih kuat," katanya.

Sebenarnya, lanjut dia, penanaman pohon di Surabaya ini untuk memperkuat dari terjangan angin. Artinya penanaman agak dirapatkan 1,5 sampai 2 meter agar akar tanaman saling berhimpitan, merekat dan merangkul.

Selain itu, kata dia, program ini sebagai penghijauan di Surabaya karena lalu lintas di Kota Surabaya cukup padat sehingga perlu keseimbangan lingkungan. Untuk itu, perlu adanya daun pohon yang banyak untuk mengurangi tingkat polusi pencemaran udara.

"Juga bisa menurunkan suhu udara dan menyimpan air tanah. Jadi air hujan tidak bisa  langsung lari ke saluran dengan adanya tanaman. Kalau banyak tanaman air bisa disimpan di akar. Paling tidak tanah di Surabaya jadi lebih dingin," ujarnya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya menyatakan suhu udara di Kota Pahlawan mengalami penurunan 2 derajat Celcius dari rata-rata di kisaran 30-31 derajat celcius pada awal 2010 menjadi 28-29 derajat Celcius pada saat ini.

"RTH ini terus ditambah, sampai suatu saat nanti, suhu Surabaya bisa mencapai 22 derajat Celcius," katanya.

Menurut dia, hal ini dikarenakan pihaknya terus menambah ruang terbuka hijau di Kota Surabaya hingga mencapai 30 persen untuk publik.

Bagi dia, target itu sangat realistis mengingat Pemkot Surabaya terus memanfaatkan lahan-lahan kosong dan sepadan sungai untuk dijadikan taman.

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019