Lembaga survei Surabaya Consulting Group (SCG) menilai pasangan Armudji-Eri Cahyadi atau sebaliknya merupakan kombinasi politikus dan birokrat sudah sesuai fatsun yang dijalani PDI Perjuangan, paling tidak dalam tiga pilkada terakhir di Surabaya.

"Tentunya akan sangat menarik karena merupakan kombinasi politisi dan birokrat," kata Direktur Eksekutif Surabaya Consulting Group (SCG) Didik Prasetiyono kepada ANTARA di Surabaya, Kamis.

Diketahui Armudji merupakan Ketua DPRD Kota Surabaya Armudji dan saat ini terpilih menjadi anggota DPRD Jatim periode 2019-2024, sedangkan Eri Cahyadi merupakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya Eri Cahyadi.

Di mata masyarakat Kota Surabaya, lanjut dia, pesona wali kota ideal adalah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Oleh karena itu, betapa terlihat susah sekali para kandidat di Pilkada Surabaya 2020 mendapatkan elektabilitas yang optimal, salah satunya dikarenakan tingginya tolak ukur kepuasan pemerintahan di era Wali Kota Risma.

Merespons adanya pemberitaan media bahwa salah satu kandidat, Armudji siap berpasangan dengan Eri Cahyadi dengan basis survei, SCG berpandangan bahwa survei di Pilkada Surabaya sangat dinamis.

Hal itu, lanjut dia, di antaranya dikarenakan beberapa hal yakni belum terbukanya sikap partai-partai besar khususnya PDI Perjuangan terhadap kandidat yang akan mendapatkan rekomendasi, elektabilitas sangat dipengaruhi oleh dukungan mesin partai yang kuat.

Selain itu, lanjut dia, belum ada satupun calon yang mendapatkan elektabilitas signifikan yang menonjol di antara calon lain. Dalam Riset SCG Juni 2019, kandidat-kandidat unggulan masih dalam batas margin error, sehingga akan sangat tergantung pada pergerakan perorangan dan tim pemenangan ke depan dalam upaya meningkatkan elektabilitas.

"Semua masih open to possibilities atau terbuka terhadap semua kepentingan," katanya.

Baca juga: Armudji gandeng Eri Cahyadi maju di Pilkada Surabaya 2020
Baca juga: Eri Cahyadi kaget namanya masuk bursa Pilkada Surabaya

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019