Sembilan calon haji di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tertunda keberangkatannya ke Tanah Suci Mekkah, karena visa tujuh calhaj di antaranya belum terbit dan dua orang lainnya pasangan suami istri karena sakit.

"Untuk calon haji pasangan suami istri yang tertunda keberangkatannya, yakni Hajariyanto dan Siti Maryatun, warga Desa/ Kecamatan Suboh," kata Kasi Haji dan Umroh pada Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Adi Ariyanto saat dihubungi dari Situbondo, Sabtu malam.

Ia menjelaskan, dua orang calon haji yang merupakan pasangan suami istri yang menunda keberangkatannya itu, karena calon haji Hajariyanto mendadak sakit pada Jumat (19/7/19) siang, sehingga sang istri memutuskan juga menunda keberangkatannya.

Menurut Adi, dua calon haji pasangan suami istri bisa tetap diberangkatkan ke Tanah Suci pada kelompok terbang (kloter) terakhir gelombang dua, jika kondisi kesehatannya pulih.

"Selama masih ada kloter berikutnya, meskipun bukan kloter Situbondo, keduanya bisa tetap diberangkatakan. Kami juga telah berkoordinasi dengan petugas Embarkasi Surabaya siang tadi," ucapnya.

Sementara tujuh calon haji yang tertunda keberangkatannya, karena visa belum terbit atau tidak keluar dari Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, juga bisa diberangkatkan jika visa tujuh calhaj tersebut telah terbit.

"Perkiraan kami untuk tujuh calon haji yang visanya belum terbit, diperkirakan bisa diberangkatkan pada kloter 70 gelombang dua. Karena visa itu kewenangan Dubes Arab Saudi, jadi menunggu," katanya.

Kementerian Agama Kabupaten Situbondo mencatat, pada tahun ini semestinya ada 656 jamaah calon haji yang diberangkatkan dengan kelompok terbang 42 dan 43.

"Namun karena tujuh calon haji visanya belum terbit dan dua calon haji lainnya tertunda karena sakit, sehingga yang diberangkatkan di kloter 42 dan 43 menjadi 647 jamaah calon haji," ujarnya. (*)

Pewarta: Novi Husdinariyanto

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019