Pemerintah Kota Surabaya mencatat telah menyalurkan bantuan logistik kepada korban bencana gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala sekitar 340 ton.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat berdialog dengan Wali Kota Palu Hidayat di ruang kerja Wali Kota Palu, Rabu (19/6) mengatakan bantuan tersebut berupa makanan siap saji, minuman maupun obat-obatan.

"Awal-awalnya kami kirimkan beras dan mi instan. Saya terima laporan kalau pengungsi bosan makan mi jadi saya belanjakan abon sambal dan goreng," katanya.

Risma mengungkapkan jika bantuan tersebut sebagian besar berasal dari sumbangan warga Surabaya yang simpati dan peduli dengan kondisi korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala.

"Saat itu saya mengirimkan tim relawan yang terdiri dokter ahli, perawat, ahli konstruksi, tukang gali makam dan kita kirim kantong-kantong jenazah. Setelah 10 hari kita ganti dengan tim baru. Kita pernah operasi patah tulang dari pagi sampai jam dua malam. Posko kami di SMP Negeri 6 Palu,"ujarnya.

Bantuan logistik tersebut lanjutnya dikemas dalam 14 kontainer dan didistribusikan lewat jalur laut hingga tiga kali.

"Adapun jumlah penerimaan uang dari masyarakat Rp3,7 miliar. Rp1,1 miliar kita pakai untuk membangun Pasar Vinase di Palu seluar 500 meter persegi, membangun sentra UKM (Usaha Kecil dan Menengah) senilai Rp545 juta,"lanjutnya.

Adapun sisa uang yang diterima disalurkan untuk korban bencana di Kabupaten Sigi dan Donggala

Kemudian sambungnya, membangun 11 unit hunian tetap senilai Rp659 juta tipe 36 berlokasi di Kelurahan Tondo. Adapun tim relawan Pemkot Surabaya yang dikirim untuk membantu pemerintah dan korban bencana mulai 6 Oktober hingga 8 November 2018 sebanyak 66 orang.

Ia berharap manfaat bantuan yang diberikan dapat dirasakan oleh Pemkot Palu pada umumnya dan pengungsi korban bencana pada khususnya.

Ia juga mengajak pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk turut membantu pemerintah dan korban bencana di Palu, Sigi dan Donggala agar segera pulih dan bangkit.
 

Pewarta: Muhammad Arshandi

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019