Kepolisian Daerah Jawa Timur memperketat pengamanan terhadap obyek-obyek vital di wilayah itu pascapengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 oleh KPU RI di Jakarta, Selasa dini hari.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya, Selasa mengatakan pihaknya memperketat pengamanan bersama TNI tak hanya di jalanan tapi juga di obyek-obyek vital hingga pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada bulan Oktober.

"Kami bergerak bukan hanya di jalan, tapi juga obyek vital yang ada seperti PLN, Pertamina dan obyek vital lain. Itu kami lakukan pengamanan bekerja sama dengan TNI karena ini vital sekali," ujar Barung.

Barung mengatakan, meski proses rekapitulasi di Jatim telah usai, namun hingga kini kantor KPU Jatim dilakukan pengamanan guna mendukung kamtibmas di Jakarta.

Diungkapkannya, sejak tanggal 18 Mei pihaknya telah melakukan penghadangan serta "sweeping" untuk mencegah massa berangkat ke Jakarta. Salah satunya mengamankan tiga minibus ke Polda Jatim, Senin (20/5).

"Ini konsolidasi untuk kepastian keamanan saat pengumuman pemilu oleh KPU. Pascapengumuman kami tetap lakukan pengamanan sampai pelantikan presiden pada bulan Oktober," katanya.

Untuk antisipasi pemberangkatan massa secara personal, Barung mengakui pihaknya agak kesulitan mendeteksi keberangkatan mereka. Meski begitu, pihak kepolisian mencari data ke Perusahaan Otobus (PO) untuk mencegah keberangkatan ke Jakarta.

"Untuk mendeteksi yang personal cara bertindak kami berbeda. Kami mencari ke PO-PO langsung, siapa yang mendaftar ke Jakarta, itu yang dilakukan pendektan agar tak ke Jakarta," ucapnya.

Barung mengatakan, di media sosial masih banyak provokasi yang terjadi, meskipun intensitasnya sudah jauh menurun dibanding sebelum adanya upaya penegakan hukum dari kepolisian.

"Tetapi kami yakin akan melakukan penegakan hukum, terutama akun-akun sebelah yang terus melakukan provokasi," katanya.(*)

Pewarta: Willy Irawan

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019