Surabaya (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar shalat ghaib dan doa bersama bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast mengatakan bahwa kegiatan shalat ghaib di Masjid Mapolda Jatim itu merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas jajaran Polda Jatim terhadap masyarakat yang sedang dilanda musibah.
"Pelaksanaan shalat ghaib ini sebagai wujud belasungkawa dan doa bersama agar para korban bencana diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Abast di Surabaya, Jumat.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan dan kepedulian menjadi kunci dalam menghadapi musibah besar seperti ini.
Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Brigadir Jenderal Polisi Pasma Royce, pejabat utama, serta ribuan personel mengikuti kegiatan yang berlangsung khusyuk tersebut.
Melalui kegiatan ini, Kepolisian Daerah Jawa Timur berharap dapat memberikan dukungan moral maupun materiil bagi masyarakat terdampak bencana, sekaligus menguatkan empati terhadap sesama.
Sebelumnya, Polda Jatim telah mengirim bantuan pangan terdiri atas 8 ton beras, lebih dari 620 liter minyak goreng, lebih dari 500 kemasan gula pasir, 500 dus mi instan atau sekitar 4.500 keping, serta air mineral, kopi, teh, biskuit, sarden, dan minuman energi.
Selain itu, bantuan sandang mencakup 3.200 sarung dan 2.040 selimut, ditambah kebutuhan bayi dan anak berupa sekitar 1.600 susu anak dan sekitar 1.350 popok bayi.
