Sejumlah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara di Kota Surabaya, Jawa Timur, dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan setelah bertugas saat pemungutan suara pada 17 April lalu.

"Suami saya mengalami sakit epigastrium atau ulu hati usai menjaga TPS sejak 16 April lalu," kata Kasianti saat menunggu suaminya Suharso yang merupakan anggota KPPS TPS 02 Bagian Ketertiban Kelurahan Ploso yang dirawat di RSUD Shoewandi Surabaya, Senin.

Menurut dia, sudah lima hari ini suaminya dirawat lantaran mengalami kelelahan setelah menjaga TPS 02 Kelurahan Ploso, Kecamatan Tambaksari. Namun selama itu, kondisi Suharso tidak kunjung membaik.

Ia berharap suaminya yang sehari-harinya bekerja sebagai pekerja bangunan ini dapat segera sembuh dan kembali beraktifitas seperti biasanya. Tak hanya itu, keluarga juga berharap agar mendapat uluran tangan dari pemerintah setempat.

Sementara itu informasi yang diperoleh Antara di internal KPU Surabaya menyebut belasan petugas yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di antaranya Fuat, anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karang Pilang dirawat di RS Wiyung Sejahtera.

Selain itu, Abdul Hakim (Ketua Panitia Pemungutan Suara/PPS) Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Simokerto dirawat di RS Unair Mulyorejo, Arief (anggota PPS Kelurahan Dr. Soetomo) dirawat di RS Wiliamboot, Dzikri Apriyata (anggota PPK Wonocolo rawat jalan), Musaffa Safril (anggota PPK Wonocolo masuk IGD RSAL Dr. Ramelan.

Hingga saat ini sudah ada lima orang petugas KPPS di Surabaya lainnya yang meninggal dunia diduga kelelahan usai menjalankan tugasnya pada pemungutan dan penghitungan suara Pemilu pada 17 April 2019. 

Mereka ada Sunaryo (58), Ketua KPPS TPS 13 Kelurahan Kapas Madya Baru Kecamatan Tambak Sari, Thomy Heru Siswantoro anggota KPPS TPS 19 Kelurahan Pacar Keling Kecamatan Tambak Sari, Badrul Munir anggota KPPS 19 Kelurahan Kedung Baruk Kecamatan Rungkut, Hariono (36) Linmas TPS 45 Kelurahan Kandangan Kecamatan Benowo, Sukardji (59) petugas KPPS TPS 36 Kelurahan Dupak, Kecamatan, Krembangan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya Nur Syamsi sebelumnya mengatakan ada belasan petugas KPPS yang yang sakit karena kelelahan dirawat di rumah sakit. Untuk itu, lanjut dia, pihaknya memberikan apresiasi khusus kepada petugas KPPS yang meninggal. 

Selain itu, KPU Surabaya juga telah mengusulkan KPU pusat untuk memberikan santunan kepada anggota PPK yang gugur. "Kami sudah usulkan ke pusat. Tentu pemerintah daerah dan kawan-kawan penyelenggara Pemilu 2019 secara suka rela untuk memberikan sumbangan kepada keluarga anggota yang gugur," katanya. (*)

 

Pewarta: Abdul Hakim

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019