Dinas Pertanian Bojonegoro, Jawa Timur, mengusulkan sekitar 200 hektare tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Kepohbaru dan Baureno yang rusak karena terendam banjir memperoleh klaim Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP).

"Tanaman padi yang diusulkan memperoleh klaim asuransi dengan luas sekitar 200 hektare yang kami terima untuk tingkat kerusakannya parah akibat terendam banjir, " kata Kasi Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Bojonegoro Susana di Bojonegoro, Selasa.

Menurut dia, sekitar 200 hektare tanaman padi di sejumlah desa di Kecamatan Kepohbaru dan Baureno itu rusak terendam air banjir luapan sungai di wilayah setempat beberapa waktu lalu. Tanaman padi itu didaftarkan dalam program AUTP pada akhir November 2018.

Selain itu, lanjutnya, Dinas Pertanian juga menerima laporan ada tanaman padi di Desa Sambiroto dan Tikusan, Kecamatan Kapas, yang juga diusulkan memperoleh klaim asuransi, karena terendam banjir luapan Bengawan Solo.

"Tapi, luasnya saya belum tahu, sebab laporan belum masuk," ujarnya.

Sesuai ketentuan, menurut dia, tanaman padi yang bisa memperoleh klaim AUTP sebesar Rp6 juta/hektare, dengan membayar premi Rp36.000/hektare, apabila tingkat kerusakannya cukup parah.

Ia menyebutkan, tanaman padi di daerah langganan banjir luapan Bengawan Solo juga banjir bandang di sejumlah kecamatan sekarang yang baru mendaftar program AUTP pada 2019 seluas 55 hektare.

"Petani yang selalu ikut program AUTP sebagian besar di Kecamatan Kanor dan Baureno, yang menjadi langganan banjir luapan Bengawan Solo," katanya.

Sesuai data, lanjut dia, luas tanaman padi yang masuk dalam program AUTP pada 2018 mencapai 44 ribu hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan yang menjadi langganan banjir.

"Pelaksanaan program AUTP terus berjalan, sebab tidak hanya tanaman padi musim hujan, tapi juga kemarau yang terancsm kekeringan, termasuk tanaman padi yang rawan diserang hama," ucapnya.

Kepala Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Bagyo, pada kesempatan sebelumnya menjelaskan, para petani di desanya memperoleh penawaran program AUTP untuk tanaman padinya.

"Tapi, sampai banjir luapan Bengawan Solo datang, kami tunggu-tunggu tidak ada kelanjutannya. Ya, ketika terjadi banjir luapan Kali Kening ada sekitar 6 hektare tanaman padi yang rusak terendam banjir," katanya. (*)

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019