Sidoarjo (Antaranews Jatim) - Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama yang juga Gubernur Jawa Timur terpilih 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa, mengajak warga Sidoarjo dan Muslimat NU yang ada di kabupaten setempat untuk memilih calon legislatif dari kalangan muda atau millenial.

"Milenial jumlahnya banyak, jadi representasi milenial juga harus banyak," katanya saat kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi Relawan Kiai untuk Pemenangan Caleg DPR RI M Habiburrohman dari Partai Persatuan Pembangunan di GOR Delta Sidoarjo, Rabu.

Ia mengemukakan, kebutuhan kalangan muda ini karena tren dari bonus demografi yang sudah terjadi di Indonesia, seperti pada saat Pemilihan Gubernur Jatim 2018, jumlah pemilih dari kalangan muda di Jatim sekitar 41 persen.

"Maka reorientasi milenial di dalam banyak hal menjadi dibutuhkan. Sekali lagi, milenial jumlahnya banyak, jadi representasi milenial juga harus banyak," katanya.

Secara khusus, Khofifah juga mengajak warga Sidoarjo untuk memilih Habiburrohman atau Gus Habib yang memiliki kesamaan dengan dirinya, yakni maju sebagai calon legislatif di usia 25 tahun dari partai yang sama, PPP.

"Ya, saya dulu berangkat dari PPP. Saya dulu mendapat kesempatan untuk menyampaikan pendapat di akhir zaman Pak Harto, juga masih di PPP," katanya.

Sebagai bukti kecintaannya kepada PPP, Khofifah bahkan menyerahkan gaji pensiunnya untuk parpol yang kini dipimpin Romahurmuziy tersebut.

"Saya sampaikan ke Mas Romi (Romahurmuziy), saya ini dapat pensiun dari PPP. Jadi, pensiunku saya tasrufkan (serahkan) kepada PPP melalui para caleg yang merasa berseiring dengan perjuangan membangun demokrasi yang berkualias dan bermartabat," katanya.

Sementara itu, Gus Habib bersyukur mendapat dukungan penuh dari Khofifah.

"Alhamdulillah, kalau support tidak kurang-kuranglah dari Bu Khofifah. Tinggal kami memaksimalkan dan terhitung mulai September 2018 saya juga sudah jalan, sosialisasi ke dapil," katanya.

Gus Habib juga menegaskan dirinya maju Caleg DPR RI merupakan representasi dari anak muda, generasi milenial yang ingin adanya perubahan mendasar.

"Terutama dalam mempersiapkan generasi abad 21 yang tidak hanya unggul, tapi harus mampu bersaing pada semua leading sektor," katanya.(*)

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2019