Madiun (Antara News) - Sebuah pohon Flamboyan yang berusia lebih dari 100 tahun di Kota Madiun, Jawa Timur, tumbang hingga merusak banguan toko modern yang ada di sampingnya dan sejumlah motor yang diparkir di depannya.

Pohon tumbang tersebut berada di kompleks rumah Kapitan Cina di Jalan Kolonel Marhadi, Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Selain menimpa bangunan depan toko modern dan motor parkir, pohon tumbang tersebut juga merusak pagar rumah tua yang diusulkan sebagai cagar budaya tersebut.

Saksi yang juga pekerja toko modern, Eko Aditya, mengatakan tumbangnya pohon tersebut terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Waktu itu ia sedang berada di parkiran menata motor para pengujung toko yang sedang diparkir.

"Awalnya terdengar suara seperti orang menebang pohon, lalu tiba-tiba ada pohon roboh dan mengenai bangunan teras toko dan sejumlah motor yang diparkir. Beruntung saya tidak tertimpa dan tidak ada korban luka maupun jiwa," ujar Eko kepada wartawan, Rabu.

Mengetahui ada pohon yang tumbang mengenai sebagian teras tokonya, Eko langsung lari menyelamatkan diri bersama teman-teman lain yang menjaga toko.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Anto Subekti mengatakan berdasarkan hasil pengamatan, pohon tumbang di area rumah Kapitan Cina itu dipicu akibat akar pohon yang keropos dimakan usia. Atas kejadian itu petugas BPBD langsung melakukan penebangan dan evakuasi batang pohon.

"Diduga akar pohon keropos lalu tumbang. Kami imbau masyarakat melapor atau memberikan informasi ke BPBD jika melihat pohon yang sekiranya sudah lapuk," kata Anto.

Dia memperkirakan kerugian materi akibat peristiwa tersebut mencapai sekitar Rp15 juta. Pihaknya masih terus melakukan pendataan kerusakan.

Sesuai pendataan, kerusakan akibat pohon tumbang juga terjadi di Jalan Rimba Mulya, Kelurahan Kartoharjo, Kecamatan Kartoharjo. Dimana pohon tumbang mengenai dua buah kios bunga hias di wilayah tersebut.

BPBD meminta warga Kota Madiun mewaspadai angin kencang dan hujan deras yang mulai sering terjadi seiring memasuki puncak musim hujan.  (*)

Pewarta: Louis Rika Stevani

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018