Tulungagung (Antaranews Jatim) - Puluhan siswa SDN 3 Serut, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, terpaksa mengikuti kegiatan belajar di kelas darurat bekas gudang karena keterbatasan prasarana sekolah untuk penyelenggaraan pendidikan secara normal.

Menurut keterangan Harminingsih, salah satu guru SDN 3 Serut, di Tulungagung, Jumat, kondisi itu sudah berlangsung hampir 10 tahun akibat ruang kelas yang masih kurang.

"Kami berharap bisa segera membangun kelas baru, namun anggarannya belum disetujui," katanya.

Padahal, kata Harminingsih, proposal penambahan ruang kelas baru sudah berulang kali diajukan, namun sampai saat ini belum ada respons.

Dinas Pendidikan setempat tidak pernah memberikan tanggapan atas surat pengajuan kelas baru yang dikirim resmi oleh SDN 3 Serut.

"Sebenarnya pondasi sudah ada, namun pengajuan kami tidak pernah ada jawaban dari dinas," katanya.

Saat ini, tempat belajar siswa kelas dua hanyalah di bangunan terbuka bersekat triplek setinggi satu meter. Namun, itu pun kondisi triplek sudah banyak yang rusak.

Akibatnya, sebanyak 26 siswa harus belajar berdesakan di tempat parkir berukuran sekitar 3x7 meter persegi yang difungsikan sebagai kelas darurat.

"Kalau hujan terpaksa kegiatan belajar ditiadakan karena air masuk," katanya.

Kondisi itu masih diperburuk oleh polusi udara akibat bau kotoran sapi dan kambing di sekitar SDN 3 Serut, sehingga kenyamanan siswa saat mengikuti mata pelajaran terganggu.

Mereka tidak bisa 100 persen fokus pada pelajaran yang diajarkan guru, karena berada di ruang yang setengah terbuka dan rawan gangguan dari lingkungan luar maupun internal. (*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Didik Kusbiantoro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018