Bojonegoro (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, optimistis target peroleh 11 pajak daerah yang ditetapkan sebesar Rp79,2 miliar pada 2018 bisa tercapai, karena sampai saat ini sudah terealisasi sekitar Rp64,6 miliar (81 persen).

"Saya kira target perolehan 11 pajak daerah tahun ini bisa tercapai melihat perolehan yang sekarang sudah masuk," kata Sekretaris Badan Pendapatan Daerah Pemkab Bojonegoro Lasujono, di Bojonegoro, Rabu.

Ia menyebutkan perolehan pajak daerah yang kemungkinan masih berpeluang diterima untuk memenuhi target pendapatan yaitu dari pajak parkir, pajak hotel dan pajak pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

"Perolehan tiga pajak daerah itu cukup besar, sehingga akan menambah pendapatan secara signifikan," ucapnya menambahkan.

Sesuai data, menyebutkan pajak hotel yang ditargetkan sebesar Rp1,9 miliar sudah tercapai Rp2,1 miliar (100,64 persen), sedangkan pajak restoran ditarget sebesar Rp5,5 miliar baru tercapai Rp3,5 miliar dan pajak hiburan dengan target Rp619 juta baru tercapai Rp360,4 juta.

Perolehan pajak hotel bisa melampaui target, kata dia, faktornya sekarang sudah mulai ada proyek pengembangan Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB).

"Kemungkinan tingkat hunian hotel mulai meningkat dengan adanya proyek pengembangan Unitisasi Lapangan gas JTB," ucapnya.

Menurut dia, pajak lainnya yang menjadi penerimaan daerah yaitu pajak penerangan jalan, pajak reklame, pajak mineral bukan logam dan batuan, pajak air bawah tanah, pajak sarang burung, dan PBB P2.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Bojonegoro Herry Sudjarwo, menambahkan perolehan pajak hotel, restoran dan hiburan di daerahnya itu jauh perolehannya jauh berkurang dibandingkan beberapa tahun yang lalu ketika ada pekerjaan proyek minyak Blok Cepu.

Karena ada proyek minyak Blok Cepu, lanjut dia, seluruh hotel di daerahnya selalu penuh, selain banyak pengunjung di tempat hiburan, juga rumah makan.

“Dulu hotel-hotel sampai menolak tamu, tapi sekarang cenderung sepi. Sebab, Bojonegoro bukan daerah tujuan wisata," ujarnya. (*)


 

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018