Bojonegoro (Antaranews Jatim) - Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu mengatasi kebakaran ruko milik Huda di Desa Banjararum, Kecamatan Baureno, Minggu.

"Pemadaman ruko dilakukan dengan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Posko BPBD Kecamatan Baureno," kata Kepala Pemadaman Dinas Damkar Bojonegoro Sukirno, di Bojonegoro, Minggu.

Menurut dia, dua unit mobil pemadam kebakaran bisa dengan cepat datang ke lokasi kebakaran karena jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian kebakaran. Kejadian kebakaran sebuah ruko di Desa Banjaranyar, Kecamatan Baureno, Minggu pukul 00.15 WIB.

Meski demikian, lanjut dia, pemadaman ditambah dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Posko BPBD di Kecamatan Kota.

"Ada 10 personel yang terlibat dalam pemadaman kebakaran ruko. Kebakaran bisa dipadamkan sekitar pukul 01.30 WIB," ucapnya.

Menurut dia, personel damkar berhasil memadamkan kebakaran sehingga kebakaran tidak menjalar ke ruko lainnya di kawasan setempat.

"Kalau tidak teratasi api bisa menjalar ke ruko lainnya, sebab sebagian besar ruko bahannya kayu jati. Kerugian akibat kebakaran sekitar Rp30 juta," ucapnya menjelaskan.

Mengenai penyebab kebakaran, kata dia, berawal dari Huda yang bekerja mengisi bensin dari jerigen ke botol. Bersamaan dengan itu anaknya bermain petasan sehingga percikan api menyambar bensin di dalam jerigen dan botol, sehingga menjalar membakar ruko.

"Pemilik rumah menderita luka bakar karena mengeluarkan sepeda motor di dalam ruko yang terbakar. Korban sekarang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Sumberrejo," kata dia menjelaskan.

Kepala Bagian Penyelamatan Damkar Bojonegoro Teguh Aris menambahkan petugas damkar bersama petugas Polsek Kecamatan Kapas, juga melakukan penyemprotan tumpahan solar di jalan raya di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, sepanjang 500 meter.

Menjawab pertanyaan, ia mengaku petugas tidak tahu mobil yang mengakibatkan adanya tumpahan solar di jalan raya Bojonegoro-Surabaya di desa setempat.

"Pembersihan dilakukan dengan menyemprotkan air ke jalan yang ada tumpahan solar. Sebab kalau tidak dibersihkan membahayakan pemakan jalan," katanya menambahkan. (*)



(T.KR-SAS/B/M019/M019) 17-06-2018 16:31:47

Pewarta: Slamet Agus Sudarmojo

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018