Bangkalan (Antaranews Jatim) - Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur hingga saat ini masih kekurangan 6.018 guru pegawai negeri sipil sehingga perlu mengajukan tambahan tenaga tersebut kepada pemerintah pusat, kata Sekretaris Dinas Pendidikan Bangkalan Bambang Budi Mustika.

"Jumlah guru PNS yang ada di Bangkalan saat ini sebanyak 4.414 orang, sedangkan jumlah total kebutuhan guru sebanyak 10.432 orang," ujarnya di Bangkalan, Rabu.

Ia menjelaskan kebutuhan guru sebanyak itu dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Kalau SMA, SMK sekarang ini sudah dikelola langsung oleh Disdik Jatim. Jadi, tidak lagi menjadi urusan Disdik Bangkalan, meskipun tenaga guru PNS juga masih kurang," katanya.

Bambang merinci guru PNS untuk PAUD di 653 lembaga di wilayah itu sebanyak 168 orang, sedangkan guru sukarelawan dan guru tidak tetap sebanyak 1.679 orang.

Guru PNS SD di 709 lembaga pendidikan yang tersebar di 281 desa/kelurahan sebanyak 3.358 orang, sedangkan guru sukarelawan dan guru tidak tetap sebanyak 3.634 orang.

Guru PNS SMP di 222 lembaga sebanyak 888 orang, sedangkan guru sukarelawan dan guru tidak tetap sebanyak 705 orang.

"Dengan demikian, dari total 1.584 lembaga mulai dari tingkat PAUD hingga SMP, total guru PNS jauh lebih sedikit, sehingga harus kami siasati dengan guru sukwan dan GTT," katanya.

Bambang menjelaskan telah mengajukan kepada pemerintah pusat agar Pemkab Bangkalan bisa diberi jatah kuota rekrutmen guru PNS.

"Kami berharap aspirasi Pemkab Bangkalan diperhatikan, karena menyangkut keberlangsungan pendidikan di Bangkalan ini," katanya. (*)

Pewarta: Abd Aziz

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018