Kediri (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mulai mencairkan dana program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) 2018 yang diberikan untuk RT dengan nominal Rp50 juta per tahun dengan harapan bisa memberdayakan masyarakat.

"Untuk Prodamas 2018 sampai dengan 15 Maret sudah ada 539 RT yang dananya sudah cair. Ini berdasarkan data Simda dari DPPKAD Kota Kediri," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri Apip Permana di Kediri, Kamis.

Ia mengatakan, jumlah RT di Kota Kediri mencapai 1.442 di tiga kecamatan, yaitu Kota, Pesantren dan Mojoroto. Para RT juga sudah membuat laporan untuk pelaksanaan Prodamas 2018 yang sudah dikirimkan ke pemkot.

Menurut dia, dari laporan akhir tahun anggaran 2017 dari lurah, semua kegiatan Prodamas 2017 sudah selesai baik secara administrasi maupun fisik. Program itu diserahkan ke masing-masing RT berdasarkan kebutuhan mereka.

Apip juga mengatakan, untuk porsi program tersebut, 60 persen tetap infrastruktur dan lainnya yaitu 20 persen sosial dan 20 persen ekonomi.

"Tapi, angka itu besarannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan hasil pertemuan warga. Kalau persentasenya, 60 persen infrasttuktur dan sisanya dibagi 20 persen untuk sosial dan 20 persen ekonomi," ujarnya.

Pemkot membuat program pemberdayaan masyarakat sejak 2014. Selama ini prodamas dirasa bermanfaat. Hal itu terungkap dari hasil evaluasi yang diungkapkan para RT di pemkot. Banyak kebutuhan di RT yang bisa dipenuhi dengan memanfatkan dana yang diberikan sebesar Rp50 juta per tahun itu.

Pemerintah saat ini juga sedang menyiapkan prodamas plus. Dalam prodamas plus nantinya tetap ditujukan untuk meningkatkan IPM warga Kota Kediri, baik untuk bidang ekonomi, kesehatan, hingga pendidikan.

Rencananya, realisasi program itu juga akan dibuat dengan lebih luwes, sesuai dengan kebutuhan di setiap RT. Untuk pembahasannya, RT membahasnya dengan pendamping serta warga, sehingga semua bisa saling memberikan masukan agar RT di daerahnya bisa menjadi lebih baik.

"Pembahasan terkait dengan prodamas plus ini masih belum final. Kami masih olah teknisnya," kata Kepala Bagian Pemerintahan Pemkot Kediri Un Achmad Nurdin. (*)

Pewarta: Asmaul Chusna

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2018