Tulungagung (Antara Jatim) - Kondisi pasien gelandangan dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang di rawat di ruang isolasi RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur hingga saat ini belum stabil.
    
Kabag Humas dan Pemasaran RSUD dr Iskak Mochammad Rifai, Kamis mengungkapkan pasien gangguan jiwa yang merupakan gelandangan di Pasar Ngunut itu saat ini ditempatkan di ruang psikiatri dalam keadaan terkunci karena masih kerap mengamuk.
    
"Terkait pasien yang kemarin mengalami gangguan psikiatri saat ini kami tangani secara prosedur penanganan psikiatri di ruang psikiatri. Sekarang pasien mulai tenang tetapi masih suka berteriak," kata Rifai.
    
Ia memastikan kondisi ruang isolasi untuk pasien psikiatri itu sangat layak.
    
Selain berada di ruang khusus dengan luasan 3 x 3 meter yang dilengkapi air cinditioner (AC), dinding ruangan untuk pasien bermasalah kejiwaan, depresi dan gangguan psikiatri akibat pengaruh narkoba ini dilapisi busa setebal 20 sentimeter.
    
Menurut Rifai, dinding busa di seluruh lapisan ruangan ini membuat pasien aman meskipun penderita berperilaku ekstrem dengan membentur-benturkan kepala ke dinding ruangan.
    
"Ruangan kami kunci untuk mengantisipasi pasien psikiatri ini mencoba melarikan diri," ujarnya.
    
Sayangnya, ruangan psikiatri mewah dengan tingkat keamanan (safety) berstandar internasional ini belum dilengkapi toilet untuk buang air pasien.
    
Akibatnya, saat petugas mencoba sedikit membuka pintu ruang psikiatri itu, bau menyengat dari dalam langsung merebak keluar yang diduga berasal dari kotoran pasien ODGJ tersebut.
    
"Padahal kemarin dia sudah dibersihkan oleh perawat, dimandikan dan rambutnya yang kumal bahkan disampo sampai bersih. Mungkin saja dia berak di dalam sehingga baunya keluar," kata petugas.
    
Rifai mengatakan tim psikiatri RSUD dr Iskak masih akan melakukan penanganan hinga 2-3 hari sejak gelandangan yang biasa dipanggil Bogor itu menunjukkan perkembangan.
    
"Kalau kondisinya membaik dan stabil nanti akan kami serahkan ke dinas sosial untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Tapi jika gangguannya parah dan sulit diobati secara psikiatri tentu akan kami rujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang, Malang," kata Rifai. (*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017