"Tahanan baru, selamat datang" sapa ramah langsung keluar ketika masuk ke dalam rumah makan ini. Tapi tunggu dulu, kata-katanya itu yang membuat aneh. Disapa dengan tahanan baru. 

Ya di tempat ini, siapapun pengunjung yang datang pastinya dianggap sebagai seorang tahanan yang baru masuk. Layaknya sebuah tahanan, desain dan menu makanan yang disajikanpun bernuansa tahanan. 

Di tempat makan bernama Mie Rampok Rumah Tahanan ini para penikmat kuliner seakan diajak untuk memasuki sensasi baru dalam menikmati makanan. Tentunya dengan ala tahanan.

Mulai dari meja dan kursi, serta aksesoris lainnya dibuat semirip mungkin seperti ruangan tahanan. Jarak pemisah antara satu sekat yang satu dengan yang lainnya juga dipisahkan dengan jeruji besi, mirip dengan ruang tahanan. Ada ruang isolasi, ruang tahanan korupsi serta ruang tahanan narkoba.

Tidak itu saja, menu yang disajikan juga bernuansa tahanan, mie (mi) rampok kering dengan varian tingkat kepedasan yang berbeda. Seperti level hukuman mati diklaim paling pedas atau pada level lima. 

Di bawahnya itu, ada level seumur hidup, level cambuk, tahanan rumah, percobaan dan juga untuk salah tangkap kalau memang tidak ingin pedas.

Selain makanan, pada menu minuman juga tidak kalah unik, seperti begal untuk air mineral, copet untuk teh manis, jambret untuk teh tawar, preman untuk lemon tea, maling untuk cappucino, bajak laut untuk mocca caffe dan mafia untuk squash lemon.

Rahayu, salah satu pegawai mengatakan, pihaknya sengaja ini membuat nuansa yang berbeda pada tempat makan ini supaya memberikan kesan pada penikmat kuliner yang datang.

"Ada beberapa menu selain mie yang bisa dinikmati seperti nasi goreng atau juga penganan yang lain. Tetapi yang menjadi andalan adalah mie rampoknya itu," ujarnya.

Dari segi penyajian, mie rampok juga berbeda dengan yang lainnya karena ditempatkan pada sebuah nampan yang biasa digunakan oleh para tahanan lengkap dengan tempat minum yang terbuat dari bahan seng.

Untuk rasa, tidak ada perbedaan, karena yang menjadi penekanan dari rumah makan ini adalah nuansa tahanan yang dibuat semirip mungkin. Jadi sangat cocok sebagai tempat tongkrongan bagi muda-mudi. 

Sementara untuk masalah harga juga tidak terlalu mahal, karena rata-rata mi yang dijual dihargai Rp9 ribu untuk setiap porsinya. Sedangkan, untuk minumannya dijual dengan harga antara Rp4 ribu sampai dengan Rp7 ribu setiap gelasnya.

Jadi tunggu apalagi, kalau ingin mencoba kuliner dengan suasana yang berbeda, silahkan mengunjungi mie rampok rumah tahanan yang berada di Jalan Raya Juanda. Tepatnya 50 meter sebelum jalan by pas juanda. Ingat, jam bukan sejak pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB untuk last ordernya. (*)
Video oleh : Indra S

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017