Masuk dan diakuinya kembali tim legenda Persebaya Surabaya ke dalam kompetisi resmi PSSI Indonesia disambut gembira semua pihak, termasuk Indah Kurnia yang pernah menjadi manajer tim berjuluk "Bajul Ijo" tersebut.

Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan yang mewakili Jawa Timur itu merasa senang, bahwa tim yang mempunyai suporter militan di berbagai daerah itu bisa diakui kembali PSSI dan berkompetisi resmi, meski harus berada di Divisi Utama terlebih dahulu.

Perempuan kelahiran Surabaya 11 Agustus 1962 itu mengaku sebelumnya juga telah berjuang secara "under ground" untuk mendesak PSSI agar mengakui kembali Persebaya dengan melobi secara terus-terusan ke Joko Driyono yang kini menjadi Wakil Ketua Umum PSSI.

"Saya sering menelpon dan bicara sama Pak Joko Driyono, agar Persebaya diakui kembali dan bisa turun ke kompetisi tertinggi, bahkan terus menerus dan tidak ada yang tahu hal itu," ucapnya disela-seka pelantikan Kepala Gubernur BI Jawa Timur di Surabaya pada beberapa waktu lalu.

Desakan "dibalik layar" yang dilakukan Indah ini diakui bukan karena dirinya ingin berminat masuk kembali ke jajaran manajemen Persebaya, melainkan karena jiwanya terpanggil sebagai "Bonita" (julukan suporter perempuan Persebaya atau Bonek Wanita) agar tim kesayangannya bisa bermain kembali.

"Siapa pun pengurusnya yang penting tim ini bisa berprestasi, karena itu menjadi kebanggaan tersendiri," tuturnya.

Bahkan, Indah mengaku kompetisi PSSI akan berjalan tanpa greget apabila tidak ada Persebaya Surabaya, sebab ada kebanggan tim tamu apabila menghadapi Persebaya.

"Tim tamu kalau menghadapi Persebaya itu ada rasa bahwa mempunyai "sparing patner" yang menantang. Oleh karena itu Persebaya harus mendapatkan tempat terbaik di kompetisi," papar ibu tiga anak itu,

Politisi PDIP itu berharap Persebaya dapat berprestasi kembali, dan Bonek Mania mendapat tempat utama dalam tim, karena diakuinya kembalinya tim kelahiran 1927 ini juga karena dukungan suporter yang militan dan terus menerus dilakukan tanpa henti.(*)

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Edy M Yakub


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2017