Surabaya (Antara Jatim) - Produsen benih jagung Monsanto Indonesia mendorong anak muda untuk tertarik menekuni bidang pertanian berkelanjutan, karena menurunnya jumlah petani yang kini hanya hampir 1 juta orang pada tahun 2013 ke 2014.

"Selain itu, pertumbuhan penduduk yang cepat yang diperkirakan akan menjadi 284 juta orang di tahun 2050, naik dari hanya 248 juta orang di tahun 2013, ditambah menyusutnya lahan garapan mencapai lebih dari 100.000 hektare per tahun," kata Corporate Engagement Lead Monsanto Indonesia, Herry Kristanto, dalam keterangan persnya di Surabaya.

Untuk itu, Herry mengatakan langkah strategis untuk mempertahankan lahan produktif pertanian perlu didorong petani muda, sebab saat ini banyak lahan yang berubah dan dikonversi menjadi lahan industri, perumahan dan pusat perbelanjaan.

"Perlu dilakukan upaya khusus untuk menarik generasi muda kembali bergairah bekerja di sektor pertanian. Salah satunya adalah dengan penerapan teknologi sehingga kegiatan bertani menjadi lebih mudah, menarik, menyenangkan dan juga akan menghasilkan produksi yang lebih banyak dengan inputan yang lebih sedikit," katanya.

Ia mengatakan salah satu teknologi yang ditawarkan Monsanto Indonesia adalah penerapan bioteknologi untuk benih jagung yang lebih produktif dan efisien.

"Dengan produk bioteknologi hanya diperlukan lebih sedikit tenaga kerja pada saat penyiangan sehingga tanaman akan tumbuh dengan sempurna karena pupuk yang diberikan akan diserap semuanya oleh tanaman tanpa harus berbagi dengan gulma dan juga melindungi tanaman dari serangan penggerek batang, penggerek daun dan juga penggerek buah," katanya.

Dengan benih bioteknologi, hasil produksi diperkirakan akan meningkat 15 persen sampai 20 persen, dan biaya produksi akan turun sebesar 20 persen dari penghematan tenaga penyiangan.  

"Penyiangan tanaman jagung cukup dengan menyemprotkan herbisida roundup diatas tanaman jagung tanpa harus khawatir tanaman jagung akan mati dan gulma akan dikendalikan dengan sempurna," katanya.

Saat ini, katanya, petani harus menyiangi tanaman dengan cangkul atau kored yang memerlukan banyak tenaga kerja dan juga sangat melelahkan, namun dengan bioteknologi pekerjaan akan lebih mudah, menghemat tenaga kerja.

"Tentunya diharapkan bagi anak-anak muda akan tertarik, karena bertani sekarang tidak lagi sesulit dulu," katanya.(*)

Pewarta: A Malik Ibrahim

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016