Sumenep (Antara Jatim) - Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menyatakan puncak panen tembakau setempat diperkirakan pada akhir September 2016.

"Semoga kondisi cuaca berjalan normal alias tidak ada hujan lagi supaya kualitas tembakau yang ditanam petani maupun setelah panen tetap terjaga," kata Kabid Perkebunan Dishutbun Sumenep, Joko Suwarno di Sumenep, Rabu.

Dishutbun Sumenep memperkirakan lahan tanam tembakau setempat pada tahun ini sekitar 5.740 hektare yang berarti tidak sesuai proyeksi awal seluas 14.366 hektare.

"Sesuai laporan dari staf, luas lahan tembakau yang sudah panen hingga sekarang sekitar 2.200 hektare atau 38 persen dari estimasi luas lahan tanam," kata Joko, menerangkan.

Tahun ini, realisasi luas lahan tanam tembakau di Sumenep di bawah target yang diinginkan Dishutbun Sumenep, diduga akibat terjadinya anomali cuaca.

Anomali cuaca pada masa kemarau tahun ini yang berupa masih seringnya hujan hingga pertengahan Juli itu membuat sebagian petani tidak menanam tembakau di lahannya.

Dishutbun Sumenep juga memperkirakan produksi tembakau rajangan pada tahun ini sebanyak 3.160 ton dengan asumsi produktivitas sekitar 550 kilogram per hektare.

Luas lahan tanam tembakau di Sumenep yang sekitar 5.740 hektare itu tersebar di 18 kecamatan, semuanya di wilayah daratan.

"Kami bersama staf secara berkala turun ke lapangan untuk mengecek sekaligus memastikan tidak ada gangguan atau serangan hama dan penyakit pada tembakau yang ditanam petani," ujarnya. (*)

Pewarta: Slamet Hidayat

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016