Pacitan (Antara Jatim) - Okupasi atau tingkat hunian rumah singgah (home stay) di kawasan wisata Pantai Klayar, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur terus meningkat setiap musim liburan, sehingga memacu pertumbuhan bisnis persewaan kamar (kos) di rumah-rumah penduduk.
    
"Okupasi tinggi setiap kali hari libur. Ketersediaan kamar di rumah-rumah singgah yang ada bahkan tidak mencukupi dibanding banyaknya pengunjung yang ingin menginap," kata Subroto, salah satu pemilik home stay di sekitar Pantai Klayar, Senin.
    
Menurut dia, saat ini jumlah home stay dan penginapan yang dikelola resmi dan membayar retribusi jasa sewa kamar ada sekitar 15 unit.
    
Masing-masing home stay rata-rata memiliki antara lima hingga delapan kamar, sehingga total ketersediaan kamar sewa untuk singgah wisatawan sekitar 100 unit.
    
"Jumlah hunian kamar yang tersedia tidak mencukupi sehingga kerap pengunjung meluber ke rumah-rumah penduduk," ujarnya.
    
Pelaku wisata Pantai Klayar, Pangki Suwito menjelaskan, tingginya volume kunjungan wisatawan di pesisir kawasan karst Kabupaten Pacitan bagian barat tersebut telah memacu pertumbuhan bisnis propertis, khususnya tanah dan bangunan untuk usaha jasa rumah singgah atau home stay.
    
Sebagian penduduk desa bahkan ikut menyewakan kamar-kamar di rumah mereka dengan tarif lebih murah dibanding rumah singgah atau home stay.
    
"Kalau home stay tarifnya bervariasi mulai Rp250 ribu hingga Rp700 ribu bergantung fasilitas kamar dan layanan, di rumah kos (penduduk) paling hanya sekitar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu," ujarnya.
    
Data Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan, rata-rata kunjungan wisatawan di Pantai Klayar pada Sabtu-Minggu berfluktuasi mulai dari 1.000 hingga 2.500 wisatawan.
    
Sementara pada hari biasa, kata staf Dinas Parpora UPT Wisata Pantai Klayar Slamet Widodo, jumlah kunjungan berkisar 500-an orang.
    
"Sebagian pengunjung memilih menginap di sini untuk menikmati suasana matahari tenggelam (sun set), malam serta pagi lagi saat matahari terbit dari timur (sun rise)," ujarnya. (*)

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko

Editor : Chandra Hamdani Noer


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016