Surabaya (Antara Jatim) - Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya telah kehilangan Guru Besar Bidang Hukum, yakni Prof Eman (Fakultas Hukum Unair) yang wafat pada Rabu (11/5) dan Prof Saiful Anam (Fakultas Syariah dan Hukum UINSA) wafat pada Kamis pagi (12/5).

"Universitas Airlangga telah kehilangan salah satu Satria Airlangga terbaiknya, Prof. Dr. Eman, S.H., MS., yang dipanggil Yang Maha Kuasa pada hari Rabu (11/5) pukul 16.18 WIB," kata Rektor Unair Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., di Surabaya, Kamis.

Senada dengan itu, Rektor UINSA Surabaya Prof Dr Abd A'la mengabarkan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum yang juga Ketua LPM UINSA dan Ketua MTT PW Muhammadiyah Jatim telah meninggal dunia pada Kamis (12/5) pagi.

"Almarhum merupakan salah seorang dosen dan pimpinan terbaik UINSA. Mohon doa dan mohon dimaafkan jika almarhum ada kesalahan," katanya.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Unair Dr. Hadi Subhan, S.H., M.H., C.N. menerangkan bahwa almarhum merupakan Dekan Fakultas Hukum Unair yang wafat dalam usia 56 tahun di Rumah Sakit Siloam Surabaya, karena menderita sakit.

"Almarhum merupakan sosok yang sangat sederhana dan memiliki kapabilitas yang tinggi dalam keilmuannya, terutama di bidang ilmu hukum. Sebagai seorang dosen, beliau merupakan sosok yang sederhana," katanya.

Kolega almarhum itu menjelaskan almarhum dari segi kapabilitas dan kemampuan keilmuan di bidang ilmu hukum sudah tidak diragukan lagi, karena Guru Besar kelahiran 25 Juli 1959 ini sudah meraih gelar Professor yang merupakan jenjang pangkat akademik tertinggi.

"Dedikasi, pengabdian, pengalaman dan kepemimpinan Prof. Eman sangat kapabel. Sejak tercatat sebagai dosen FH Unair tahun 1983, almarhum juga pernah dua kali menjabat sebagai Wakil Dekan I FH Unair," katanya.

Bahkan, akhir tahun 2015, almarhum dipercaya menjadi pimpinan tertinggi di Fakultas Hukum Unair yang dilantik Rektor pada akhir tahun 2015.

"Dari segi sosok sebagai guru, Prof. Eman itu dalam menyampaikan materi perkuliahnya kepada mahasiswa sangat dikenal mudah untuk dipahami, jadi mahasiswanya cepat mengerti," katanya. (*)

Pewarta: Edy M Yakub

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016