Surabaya (Antara Jatim) - Tim basket CLS Knights Surabaya menargetkan tetap berada di puncak klasemen Indonesia Basket League (IBL) 2016 sekaligus memantapkan posisinya yang sudah memastikan lolos ke babak "play off".

"Apalagi kami akan tampil di kandang sendiri dan mendapat dukungan dari pendukung," ujar pelatih CLS Knights Wahyu Widayat kepada wartawan di Surabaya, Jumat.

Pada seri keenam berikutnya, IBL digelar di Gelanggang Olahraga Kertajaya pada 23 April hingga 1 Mei 2016.

Kendati demikian, ia meminta pemainnya tetap fokus dan mewaspadai lawan-lawannya yang berambisi menggeser posisinya dari peringkat pertama klasemen.

"Berada di peringkat pertama dan lolos babak 'play off' bukan berarti sudah puas, tapi kami harus tetap waspada," katanya.

Menurut dia, lima tim yang sudah memastikan diri lolos ke "play off" juga akan berusaha tampil lebih bagus untuk memperbaiki posisinya.

Selain CLS Knights, empat tim yang sudah lolos adalah Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta, M88 Aspac Jakarta, Garuda Bandung dan Satria Muda Pertamina Jakarta.

"Posisi atas yang kami raih ini belum mengantarkan CLS juara. Untuk itu, kami terus berjuang hingga kami bisa menjadi juara IBL musim ini," katanya.

Kapten CLS Knights Surabaya Sandy Febiansyakh mengaku gembira karena bisa kembali tampil di lapangan yang terkenal dengan sebutan GOR CLS tersebut.

"Saya selalu rindu main di GOR Kertajaya, yang menjadi rumah dari tim CLS Knights," katanya.

Menurut dia, bermain di kandang akan menjadi suntikan semangat saat bertanding dan bertekad mengalahkan M88 Aspac Jakarta yang belum pernah sekalipun dikalahkannya.

"Dari evaluasi, kekalahan kami dari Aspac memang di laga itu kami kurang fokus," katanya.

Sementara itu, pada seri kali ini juga diperebutkan tiga tiket "play off" tambahan untuk ke babak depalan besar oleh empat tim yang bertanding, yaitu Stadium Happy 8 Jakarta, Satya Wacana Salatiga, Hangtuah Sumatera Selatan dan JNE Bandung Utama. (*)

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016