Surabaya (Antara Jatim) - Dokter Spesialis Fisik dan Rehabilitasi Medik Rumah Sakit Husada Utama Surabaya mengatakan bahwa pola hidup salah bisa mengalami kelebihan berat badan (obesitas), bahkan bisa menyebabkan osteoarthritis.

"Osteoarthritis adalah salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit dan kaku, kemudian pembengkakan juga dapat terjadi pada sendi-sendi tersebut," kata Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi medik RS.Husada Utama Surabaya, dr Indra Tjahjono, Sp.RM di Surabaya, Senin.

Ia mengatakan masyarakat metropolitan, seperti di Surabaya dengan catatan aktivitas kerja yang tingi, kelebihan berat badan (obesitas) dan sering berolah raga ekstrim akan rentan terkena penyakit nyeri sendi lutut atau osteoarthritis.

"Sendi yang paling sering mengalami kerusakan pada kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung, namun tidak menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lain juga bisa terserang karena faktor keturunan, usia dan obesitas atau kegemukan," ujarnya.

Menurut dia, apabila digolongkan Penyakit Osteothritis akan sering menghampiri tulang manusia di tiga golongan usia dan harus menjadi perhatian khusus oleh masyarakat, karena tidak semua masyarakat memahami.

"Ada tiga golongan yang terbagi dalam penyakit osteothritis yaitu usia 35 tahun pada lutut akan berbunyi, 40 tahun akan terasa sedikit ngilu dan 45 tahun ke atas bantalan tulang sendi akan menipis dan terjadi pengapuran pada tulang," paparnya.

Penyakit yang tergolong degeneratif itu, tambahnya tidak perlu dikhawatirkan oleh masyarakat karena penyakit tersebut dapat disembuhkan tanpa melalui operasi.

"Proses penyembuhan penyakit seperti akupuntur. Awalnya, jarum disuntikkan di lutut yang dirasakan nyeri, lalu akan dipasang pen dan dilakukan ultrasone serta dilaser selama 30 menit sehingga nyeri lutut pasien bakal berkurang hingga 30 persen," jelasnya.

Meski dapat menghilangkan nyeri lutut, lanjutnya metode ini hanya bisa dilakukan pada penderita osteoartristis yang memasuki grade satu hingga tiga.

"Ini karena pada masa itu, sendi lutut penderita masih belum terjadi gesekan, sedangkan untuk penderita yang memasuki grade 4 atau berusia di atas 45 tahun tidak disarankan karena bantalan dari persendian yang sudah menipis, sehingga harus dilakukan operasi.

Ia juga berpesan agar terhindar dari penyakit osteartristis lutut itu, hendaknya setiap orang rajin merawat dan menyayangi lutut.

"Caranya dengan mengatur olahraga jangan terlalu berat, serta lakukan deteksi dini pada lutut seperti foto X-ray, MRI scan agar penyakit nyeri tersebut tidak menjangkit ketika usia senja ," tandasnya. (*)

Pewarta: Laily Widya Arisandhi

Editor : Tunggul Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2016