Surabaya (Antara Jatim) - Badan SAR Nasional mengakui mendapat banyak pelajaran dan hikmah yang diambil dari tragedi pesawat AirAsia QZ8501 yang terjatuh di Perairan Pangkalan Bun pada Minggu, 28 Desember 2014.

"Mulai proses penemuan jenazah dan badan pesawat hingga penyesuaian cuaca saat evakuasi, kami mendapat banyak pelajaran," ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya F.H. Bambang Sulistiyo usai menghadiri doa bersama keluarga korban peringatan setahun kecelakaan AirAsia di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Senin.

Menurut dia, tragedi yang mengakibatkan 162 orang yang terdiri dari dua pilot, empat awak kabin dan 156 penumpang termasuk seorang teknisi meninggal dunia itu juga dapat diambil banyak hikmah dari sejumlah kalangan.

"Basarnas, TNI, Polri dan pihak maskapai seluruh penerbangan dapat belajar dari pengalaman ini agar ke depan tidak terjadi lagi," ucapnya.

Terkait peringatan setahun tragedi AirAsia, jenderal berpangkat tiga bintang itu mengaku tak ingin mengajak keluarga maupun kerabat korban mengingat kembali kejadian sehingga menimbulkan kesedihan, namun lebih menitikkan pada manfaat digelarnya doa bersama.

"Semua Tuhan yang mengatur. Sedih boleh, tapi hidup ke depan harus terus berjalan. Kami turut duka cita dalam kejadian ini dan berharap para korban mendapat tempat terbaik di sisi-NYA," katanya.

Di sisi lain, pihaknya berharap adanya perbaikan di segala bidang bagi dunia transportasi, baik darat, laut maupun udara.

Sementara itu, doa bersama yang digelar secara tertutup diikuti ratusan keluarga korban di ruang Mahameru  kompleks Mapolda Jatim.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia Suni Widyatmoko mengatakan bahwa kegiatan ini selain berdoa bersama, juga menjadi ajang silaturahim memperingati tragedi AirAsia rute Surabaya-Singapura yang mengalami kecelakaan pada Minggu pagi, 28 Desember 2014.

Berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pesawat Airbus A320 PK-AXC yang terbang di ketinggian 32 ribu kaki di atas permukaan laut tersebut mengalami "stall" atau kehilangan daya angkat. (*)

Pewarta: Fiqih Arfani

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015