Haikou (Antara Jatim) -  Banyak kalangan menganggap mimpi hanya sebatas bunga tidur tanpa makna, namun bagi masyarakat Provinsi Hainan di Tiongkok sebuah mimpi justru sarat dengan makna tersurat yang  bercerita tentang alam kenyataan,  mimpi sebuah pulau yang terberkahi menjadi pusat  surganya wisata dunia.
                
Seperti halnya Bali, Hainan, sebuah pulau wisata  nan indah di selatan Tiongkok ini juga beruntung memiliki anugerah keindahan alam dan budayanya yang harmoni dalam tatanan nilai-nilai tradisional -modern,  dirangkul keramahan semesta dengan sentuhan jiwa-jiwa yang tercerahkan berlimpah dolar. Bila datang ke Hainan bisa menggunakan penerbangan domestik dari Bandara Internasional Beijing sekitar 1,5 jam sampai di Bandara Haikou (Hainan).

"Kami terus bermimpi tentang masa depan Hainan yang cerah, menginspirasi dan mengukir prestasi wisata berkelas dunia sekaligus dunia merangkulnya," ujar  pejabat hubungan luar negeri Provinsi Hainan Mrs Kang Baiying saat jamuan makan malam dengan delegasi jurnalis Indonesia  asal Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Haikou, Ibu Kota Provinsi  Hainan.

I Made Tinggal Karyawan, ketua delegasi jurnalis saat diwawancarai Ho Sai,  jurnalis Hainan Daily,  menyebutkan,  negeri ini  diibaratkan kepingan surga yang jatuh dari langit untuk misi dan kehendak tertinggi, menghiasai bumi Tiongkok Raya dan menyinari kembali  jejak perjalanan sejarah sepanjang jalur sutera laut yang melegenda sejak 2000 tahun silam.
                  
"Karena itu pulau ini pantas dijuluki pulau mimpi (The Island of Dream), sebuah mimpi terberkahi yang dirangkul kenyataan (Dream of Reality), karena sebetulnya pulau seluas 35.000 km  dengan penduduk 9 juta jiwa ini  sudah sempurna sebagai panorama semesta. Terlebih  jiwa-jiwa Hainan terus berkarya menambah kesempurnaannya dengan membangun jalan dan fasilitas  wisata serta menyelenggarakan ivent berkelas dunia," ujar  jurnalis Indonesia dari Kantor Berita Antara tersebut.
                  
Staf Hubungan Luar Negeri Provinsi Hainan, Song Ziaoming menyatakan kebanggannya kepada Jurnalis Indonesia yang menyebut Hainan sebagai  'The Island of Dream' karena banyak wisatawan yang datang ke sini hanya untuk berbulan madu memenuhi impiannya. Secara lebih luas Hainan modern memang akan diimpikan masyarakat internasional selain kami juga memang tengah bermimpi tentang Hainan yang fenomenal dalam kepariwisataan.
                  
"Kalau Pulau Bali disebut The Island of God (Pulau Tuhan), Paradice (Pulau Surga) atau Love (Pulau Cinta),  Hainan ya memang mantap disebut The Island of Dream (Puau Mimpi),  tentunya mimpi dalam pengertian semua sudah ada di sini seperti yang diimpikan banyak orang, I am Aproud of You (Saya bangga kamu)," ujar Song Ziaoming tersenyum di dampingi Hou Sai  jurnalis Hainan Daily yang setia menemani delegasi jurnalis Indonesia selama kunjungan kerja di Hainan.
                  
Sebetulnya memang kenyataan lah yang sudah berbicara dalam setiap mimpi indah sepanjang 'tidur' masyarakat Hainan  di balik pintu takdir keberuntungan yang telah dibuka Presiden Tiongkok Xi Jinping,  bukan sebaliknya mimpi indah yang berbicara di alam kenyataan  yang penuh kemalangan,  kesepian, pesimisme dan terpinggirkan di balik pintu takdir yang  ditutup rapat-rapat  semasa mengawali  revolusi kebudayaan (perang sipil) dan perang melawan Jepang.
    
Kemunculan peradaban baru yang sarat nilai-nilai humanisme, kebebasan, kedamaian dan kemakmuran adalah sebuah kenyataan  baru di sini, di tempat ini dan hari ini yang selama ini hanya sebuah mimpi semesta  tentang kemalangan.  Semesta alam  Hainan kini hijau dan menyejukkan, keramahan dan ketulusan  menyatu dalam senyuman dan pelayanan terbaik anak-anak negeri ini kepada setiap tamu yang datang.
                
Hainan saat ini juga  telah berinkarnasi menjadi  istana yang indah bagi para ratu kecantikan sejagat yang sudah lima kali melakukan  kontes di Kota Sanya (Hainan), bahkan dalam kontes kecantikan ratu sejagat ( Miss World 2010 ) ratu Tiongkok Zhang Zilin berhasil meyabet mahkota Miss World. Ini bermakna Hainan bukan hanya terberkahi tetapi yang lebih penting sumber keberkahan untuk masa depan peradaban.
                
Selain itu,  dalam beberapa  tahun terakhir, Hainan  juga sudah menjadi pusat forum internasional, konferensi dan ivent yang dipusatkan di Gedung  BOAO Forum For Asia (sekitar 135 Km dari Kota Haikou). Di tempat ini setiap tahun ada pertemuan rutin para pemimpin Asia dan dihadiri juga para pemimpin dunia unuk merumuskan masa depan Asia dan dunia.
                
Berbagai ajang pertemuan internasional  sudah biasa dilaksanakan di Gedung BAO Forum For Asia yang megah dan fasilitasnya sangat lengkap sehingga menjadi objek wisata yang menarik di Hainan.  Beberapa konferensi  antara lain Inter-Island Tourism Policy (ITOP) Forum, World Travel and Tourisme Council Global Summit., juga diselenggarakan di gedung tersebut.
    
Hainan juga menjadi tempat berbagai macam ivent olahraga dunia seperti Golf Word Cup, Hainan International Road Cycling Race dan Round Hainan International Regatta 2010 yang dipusatkan di ibu kota Haikou,  Snooker Haikou World Open International Surfing Festival dan Danzhou International Marathon  dan wisata kapal pesiar (Cruising) untuk membangun brand  promosi Hainan menjadi wilayah tujuan wisata  bereputasi dunia.
    
Keberuntungan  Hainan,  ditunjang keramahan alamnya yang menghijau sepanjang musim berganti sebagai provinsi kepulauan yang dikelilingi samudra yang luas sehingga memancarkan aura keindahan luar biasa, harmoni sejarah lama dan modren serta dunia fashion yang cukup maju.
    
Di sini wisatawan dapat berpetualang dengan mata telanjang untuk menikmati  keindahan di sepanjang perjalanan dengan menyaksikan harmoni antara masyarakat, keramahan alam yang mempesona dan keajaiban percampuran seni tradisi dan modern yang mengesankan, apalagi  dukungan fasiltas jalan sangat mengesankan karena selain lurus  sepanjang jalan juga lebar bahkan dibangun bagitu banyak jalur dua.
                
Provinsi Hainan terdiri dari  Pulau Hainan, Xihongsa dan Nansha  dengan total wilayah seluas 35000 km dengan rincian 19 kota dan kabupaten, namun meski lebih kecil dari Pulau Bali Hainan memiliki wilayah  samudera terluas di Tiongkok yang mengelilingi wilayah wilayah pula di sekitarnya. Sedangkan penduduknya 9 juta jiwa terbesar etnik Han, Li Miao dan Hii etnik Group, mereka berbicara dalam 10 dialek terutama Hainan.
              
Hainan memiliki reputasi tinggi  sebagai rumah hijau dengan tanaman tanaman pertanian tropis dan penghasilan sekarang sayuran, buah buahan tropik dan penghasil karet terbesar di Tiongkok, selain sebagai tempat pemrosesan aneka produk pertanian dan daging binatang.
          
Para wisatawan dapat menyaksikan  atraksi budaya tradisi etnis Li dan Mao, cocok untuk bulan madu, olahraga golf dan berlayar, eko tourism, medical tuourism dan travelling dengan motor, selain menikmati pertunjukan industri budaya, film dan TV animasi.
          
Hainan terkenal surga bagi pegolf dengan alamnya yang hijau, airnya jernih dan dapat menyaksikan pemandangan matahari terbit , kegiatan  golf  ada di Haikou, Sanya, Wanning, Qionghai Baoting, Wenchang dan Danzhou, namun  yang paling mengesankan adalah Mision Hills Golf Club, Yalongbai Golf Club dan Internasional Concvention Center Golf Club, sedangkan aktivitas petualangan bisnis bisa menggunakan Cruising  sampai ke Hongkong, Makao, Taiwan.
        
Hainan sekarang  sudah dan sedang membangun fasilitas logistik untuk taman industri, pelabuhan airport dan pelayanan cargo lengkap dengan sistem distribusi cargonya, pendinginan, transportasi dan perdagangan petrokimia pulp dan kertas, batubara, karet dan buah tropis. Demikian juga ekonomi kelautan terus tumbuh selain industri mobil, farmasi dan energi sumberdaya mineral yang terus menjamur karena dukungan tenaga kerja lokal memadai.
        
Menurut I Made Tinggal Karyawan,  Tiongkok modern dianugrahi para pemimpin yang brilian, pagmatis, realistis dan penuh persfektif ke depan. Para pemimpin Tongkok semi modern mulai Kamerad Deng Xiaoping sampai Jiang Zemin dan pemimpn modern mulai  Hu Jiantao dan penggantinya  Presiden Xi Jinping yang berkuasa di Tiongkok memiliki tanggung jawab moral luar biasa memajukan negerinya.
      
Tentu  perlu diberikan acungan jempol kepada para pemimpin Provinsi Hainan yang dengan gigih membangun Hainan sebagai wadah yang layak bukan hanya untuk hidup bagi masyarakat Hainan, tetapi juga wadah kehidupan yang menyenangkan dan membahagiakan bagi masyarakat
 Internasional  yang mengunjunginya.
      
Menurut Made, wilayah ini bisa mewadahi segala kehendak terbaik masyarakat internasional untuk menata dunia yang humanis, karena itu Hainan tidak akan terelakkan  selalu memainkan peran besar terhadap dunia yaitu sebagai titik utama lintasan jalur sutera  kuno dan kedepan siap menjadi titik pusat perkembangan dunia baru yang lebih damai dan sejahtera. (*)

Pewarta: I Made Tinggal Karyawan/Laurensius Molan

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015