Gresik, (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur memperlebar jalan akses desa di wilayah Jalan Betiring (Banjarsari-Cerme) hingga Jalan Mayjend Sungkono (Kebomas), karena untuk mengurangi kepadatan di jalan akses perkotaan wilayah setempat. Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Senin mengatakan jalan sepanjang 6,2 kilometer itu diperlebar menjadi 8 meter dari awalnya 6 meter, serta ditingkatkan menjadi jalan aspal dari awalnya hanya berupa bebatuan (makadam). "Lebar jalannya 6 meter sedangkan di kanan kiri jalan masing-masing satu meter, dan ini sangat penting untuk mengurangi kepadatan jalan di perkotaan. Selain itu, pembangunan jalan juga untuk meningkatan perekonomian masyarakat," katanya. Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, M Nadjib mengatakan pelebaran jalan tidak mengalami masalah karena lahan pelebaran sudah siap dan kebanyakan lahan milik negara. “Saya kira tidak ada kendala apa-apa karena lahannya siap. Lahan lokasi pelebaran jalan kebanyakan lahan milik negara," katanya. Salah satu warga, Samidi mengaku sangat antusias dengan upaya pelebaran yang dilakukan oleh Pemkab Gresik, sebab selama ini jalan tersebut menjadi akses utama warga dua desa, yakni Desa Kedanyang danDesa Prambangan. "Saya mendukung kalau jalan ini lebar dan bagus, karena setiap hari lewat sini, dan ini sebagai akses yang melintasi dua desa yaitu Desa Kedanyang dan Desa Prambangan," katanya. Sebelumnya, jalan tersebut awalnya hanya jalan akses desa, namun kini telah perkembangan menjdi jalan poros desa dengan konstruksi paving blok selebar 3 meter. (*)

Pewarta:

Editor : Slamet Hadi Purnomo


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015