Kediri (Antara Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, membuka pasar khusus untuk penjualan batu akik yang dipusatkan di Pasar Pahing, kota tersebut, dengan harapan bisa meningkatkan tingkat kesejahteraan pedagang dan pendapatan daerah.
"Di Kediri banyak perajin dan kami lihat kreatif. Kami jadikan lantai dua sebagai sentra penjualan batu akik di Kediri," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat membuka pusat penjualan batu akik itu, Minggu.
Ia mengatakan, adanya sentra penjualan batu akik di Kediri ini semakin meningkatkan usaha kreatif di Kediri. Bukan hanya kerajinan kain seperi tenun ikat di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, ataupun kuliner, serta teknologi, tapi warga yang berkunjung ke Kediri juga bisa mendapatkan alternatif belanja, salah satunya kerajinan akik.
Ia berharap sentra penjualan batu akik ini bisa semakin meramaikan pasar. Masyarakat bisa mendapatkan beragam batu akik yang saat ini diminati tersebut. Dengan itu, ke depan tentunya berdampak pada ekonomi warga sekitar serta pendapatan daerah.
"Mudah-mudahan nanti banyak yang berdatangan. Nanti ke depan efeknya juga ke pendapatan daerah," harapnya.
Sementara itu, sejumlah pedagang mengaku senang sebab diberi fasilias untuk berjualan. Mereka awalnya berjualan di trotoar, tapi saat ini mereka mendapatkan kios untuk berjualan.
Yoyok, salah seorang penjual mengatakan, ia sudah sekitar dua tahun berjualan batu akik. Barang yang ia dapatkan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Jatim, seperti Pacitan maupun dari Garut, Jawa Barat.
Ia mengatakan, selama ini berjualan di trotoar di Pasar Bandar, Kota Kediri. Ia lega karena mendapatkan tempat yang lebih baik untuk berjualan.
"Kami bersyukur ditempatkan di sini, selama ini saya berjualan di trotoar. Untuk barangnya, sebagian dibuat sendiri, sebagian pesan," ujarnya.
Pemkot juga memberikan fasilitas pada penjual batu akik di Pasar Pahing, Kota, Kediri, dengan membebaskan biaya sewa selama enam bulan, dan setelah itu harus membayar sewa. Pemkot juga hanya memfokuskan di pasar tersebut untuk penjualan batu akik. Ada sembilan kios yang sudah dibuka, dan diharapakan nantinya bisa bertambah.
Yoyok mengaku, selama ini omzet penjualan batu akik cukup bagus. Dalam sehari, setidaknya ia mendapatkan uang sampai Rp1 juta, dan ia berharap pembeli semakin ramai, terutama di tempat baru. (*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015
Editor : FAROCHA
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2015