Surabaya (Antara Jatim) - PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengembangkan bisnis remitansi karena besarnya potensi arus remitansi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Tanah Air. "Untuk mewujudkan layanan tersebut, kami menyediakan layanan remitansi melalui produk remitansi BNI Wesel Pin," kata Corporate Affairs Director Alfamart, Solihin, di Surabaya, Senin. Ia optimistis peluang mengoptimalkan bisnis remitansi di penjuru Nusantara masih sangat besar, karena banyak daerah di Indonesia yang merupakan kantong-kantong TKI. Apalagi transaksi tersebut adalah bentuk perluasan layanan pengusaha ritel itu bagi masyarakat. "Selain itu, sekaligus menjadi upaya perusahaan untuk menambah fee base income perusahaan," ujarnya. Bahkan, jelas dia, melalui layanan tersebut maka perusahaan itu dapat membangun citra minimarket. Khususnya sebagai community store yang memberikan kemudahan masyarakat khususnya keluarga TKI. Selain itu, minimarket yang banyak menggelar aksi kemanusiaan ini juga ingin menerapkan one stop payment. "Misal melalui beragam pelayanan, di antaranya pembelian token listrik, pembayaran tagihan listrik, telepon, cicilan kredit sepeda motor dan elektronik, pembelian tiket kereta api, pembayaran booking tiket kereta api, dan pesawat," katanya. Ia menambahkan langkah bisnis tersebut juga menjadi strategi perusahaan untuk memperkenalkan brand di pasar asing. Apalagi, Indonesia adalah negara ketiga penerima pengiriman uang terbesar di Asia Tenggara (setelah Filipina dan Vietnam) dengan nilai transaksi dari 6,5 juta pekerja senilai 7,2 miliar dolar AS yang mencakup satu persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2012. "Untuk itu, tantangan ke depan bagi perusahaan adalah kami harus menambah jumlah toko yang mampu melayani transaksi ini. Kalau saat ini transaksi remitansi baru sekitar 60 persen dari seluruh jaringan gerai," katanya.(*)

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014