Bondowoso (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengajak para siswa, khususnya tingkat menengah atas, untuk mengembangkan penelitian lewat lomba karya tulis ilmiah yang tahun ini mengambil tema mengenai dunia pariwisata. "Kami ingin mewadahi kegiatan adik-adik siswa ini dalam bidang penelitian. Lomba ini pertama kali kami adakan dan tahun-tahun berikutnya akan kami lanjutkan," kata Tinggal Sih Pamular, panitia lomba yang juga staf penelitian di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bondowoso, Minggu. Lulusan teknik geologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini menjelaskan bahwa selama ini, para siswa di Bondowoso yang tertarik pada bidang karya tulis ilmiah dan penelitian kemudian ikut lomba di luar, masih berjalan sendiri-sendiri. Karena itu Bappeda ingin berperan aktif dengan memberikan ruang kepada para siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang penelitian dan karya ilmiah. Lewat lomba pihaknya ingin mengetahui sejauh mana para siswa menguasai bidang penelitian dan karya ilmiah. "Dari sisi teknis karya mereka memang banyak yang harus dibenahi. Dari karya yang masuk, kami tahu bahwa kaedah-kaedah penelitian dan karya ilmiah belum dipahami oleh siswa. Masih banyak kutipan yang tidak menyebutkan sumbernya alias asal comot, bahkan copy paste," katanya. Karena itu pihaknya ingin agar aktivitas kegiatan ilmiah siswa di Bondowoso memiliki wadah, termasuk di dalamnya para guru pembimbing. Dengan demikian, ketika siswa Bondowoso hendak mengikuti lomba di luar akan memiliki persiapan yang bagus. "Sebetunya kami sudah merancang bahwa sebelum pelaksanaan lomba karya ilmiah ada semacam pelatihan terlebih dahulu kepada para calon peserta. Tapi karena waktunya mepet, akhirnya langsung penyerahan lomba kemudian presentasi dan dinilai," katanya. Menurut Tinggal, pada pelaksanaan lomba tahun berikutnya, Bappeda ingin memberikan semacam pelatihan kepada calon peserta sebelumnya berkarya. Mengenai tema, banyak usulan agar tidak hanya satu topik sehingga para siswa memiliki banyak pilihan. "Semua masukan kami terima, termasuk soal banyak tema. Cuma persoalannya, kalau banyak tema, nanti jurinya juga harus banyak," katanya. Pihaknya juga berharap agar pembinaan aktivitas kegiatan ilmiah ini dilakukan secara berkelanjutan sehingga budaya itu menjadi warisan kepada adik-adik kelasnya ketika siswa sudah lulus dari sekolah. (*)

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014