Bojonegoro (Antara jatim) - Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan puncak arus mudik yang turun di Terminal Rajekwesi dari berbagai kota, baik dengan memanfaatkan kendaraan antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun antarkota antarprovinsi (AKAP) pada Jumat (25/7). "Perkiraan puncak arus mudik, Jumat, disebabkan perusahaan di Surabaya dan sekitarnya ketika itu baru bisa memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pada buruhnya," kata karyawan Dishub Bojonegoro Muchsin yang bertugas di Terminal Rajekwesi, Kamis. Oleh karena itu, katanya, buruh asal di daerahnya yang bekerja di Surabaya dan sekitarnya, setelah menerima THR, akan langsung mudik, karena juga libur Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. "Berarti puncak arus mudik dari berbagai kota di Jawa Timur, juga Jateng, akan dimulai Jumat (25/7) hingga terus meningkat sampai Sabtu (26/7)," katanya, menegaskan. Sementara ini, arus mudik dari berbagai kota yang masuk Terminal Rajekwesi sudah terjadi, tetapi jumlahnya masing sangat minim. "Anda lihat sendiri jumlah arus mudik masih minim, jumlahnya belum membeludak," ujarnya. Data di Dishub setempat, sesuai izin trayek jumlah bus AKDP di terminal setempat sebanyak 346 bus, tetapi yang beroperasi hanya sekitar 200 bus dan AKDP 30 bus.(*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014