Bojonegoro (Antara Jatim) - Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan luas tanaman tembakau tertanam di daerahnya baik Virginia Voor Oosgt (VO) maupun Jawa, belum mencapai 4.000 hektare, pertengahan Juli. "Sesuai laporan yang kami terima dari petugas lapangan mendekati akhir Juli ini untuk tanaman tembakau tertanam tidak lebih dari 4.000 hektare, " kata Kepala Bidang Usaha Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro Khoirul Insan, Kamis. Ia mengaku tidak tahu pasti penyebab luas areal tanaman tembakau di daerahnya yang belum mencapai target yang ditetapkan sekitar 7.500 hektare. "Saya kurang tahu penyebab petani tidak bergairah menanam tembakau. Padahal, pengaruh "El Nino" lemah, yang mengakibakan kemarau panjang kemungkinan menguntungkan tanaman tembakau," jelasnya. Yang jelas, menurut dia, pemkab akan mengkaji kebijakan penyaluran pinjaman dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBH CHT) 2014, yang dialokasikan sebesar Rp8,6 miliar. "Kalau memang luas tanaman tembakau tertanam tidak bertambah sampai akhir Juli, maka besar kemungkinan DBH CHT tidak dicairkan," katanya, menegaskan. Ia menyebutkan sebanyak 70 pengusaha tembakau sudah mengajukan permohonan untuk memperoleh pinjaman DBH CHT 2014. Sesuai data yang masuk, katanya, pengusaha tersebut mengajukan pinjaman DBH CHT bervariasi, berkisar Rp25 juta/pengusaha sampai Rp200 juta, yang akan dimanfaatkan oleh pengusaha sebagai tambahan modal untuk pembelian tembakau musim tanam tahun ini. Ia memperkirakan luas tanaman tembakau sekitar 7.500 hektare di daerahnya tersebut berdasarkan benih tembakau Virginia Voor Oosgt (VO) dan Jawa, hasil penangkaran sendiri, yang didistribusikan kepada petani. Ia menyebutkan benih tembakau hasil penangkaran sendiri bekerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang, yang sudah didistribusikan kepada petani untuk Virginia VO 62,8 kilogram, sedangkan Jawa Gerompol Jatim 8,5 kilogram dan Beligon 1,2 kilogram. "Sesuai perhitungan normal benih tembakau berkisar 7-8 gram bisa dimanfaatkan untuk areal seluas 1 hektare," jelasnya. (*)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014