Gresik, (Antara Jatim) - Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyebut angka "golput" atau pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya di wilayah itu turun, dari 30 persen saat pemilihan gubernur (pilgub), menjadi 28 persen saat pemilu legislatif (Pileg). Ketua KIPP Gresik, Makmun S Thi, Jumat mengatakan, turunnya angka golput pada Pileg 2014 di Gresik, mayoritaskarena pemilih termotivasi dengan uang yang ditawarkan atau "money politic" pada caleg. "Dalam presentasi temuan yang dilakukan tim KIPP Gresik, angka golput turun dari 30 persen menjadi 28 persen, namun alasannya, kami menemukan 80 pemilih Pileg 2014 termotivasi uang," kata Makmun kepada wartawan saat ditemui di Sekretariat KIPP Gresik Blok E3-7. Sehingga, Makmum menganggap kualitas Pileg 2014 masih jauh dari harapan, karena para konstestan pileg menggunakan azas menghalalkan segala cara, salah satunya dengan politik uang. "Kami melihat para kontestan pileg menggunakan azas menghalalkan segala cara, sampai melakukan intimidasi kepada pemilih," katanya. Lebih lanjut, Makmum akan membawa temuan tim KIPP Gresik ke Panwaslu serta KIPP Provinsi Jawa Timur, sehingga bisa ditindaklanjuti.(*)

Pewarta:

Editor : Endang Sukarelawati


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2014