Jember (Antara Jatim) - Dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Kabupaten Jember belum disalurkan sebesar Rp2,6 miliar karena ribuan warga penerima dana kompensasi bahan bakar minyak (BBM) itu belum mengambilnya di Kantor Pos setempat.
"Sebanyak 8.749 rumah tangga sasaran (RTS) belum mengambil dana BLSM dengan rincian tahap pertama sebanyak 3.914 RTS dan tahap kedua sebanyak 4.835 RTS," kata Kepala Kantor Pos Cabang Jember, Wahyudi, Jumat.
Menurut dia, pihaknya memberi toleransi waktu hingga 15 Desember 2013 untuk pengambilan dana BLSM tahap pertama dan kedua, sehingga diharapkan warga penerima BLSM yang belum mengambil dana tersebut segera datang ke Kantor Pos Jember.
"Kami memberikan waktu hingga pertengahan Desember 2013 untuk pemegang Kartu Pelindung Sosial (KPS) dalam pencairan dana BLSM itu," katanya.
Syarat pengambilan BLSM cukup mudah yakni bagi warga pemegang KPS tinggal datang ke Kantor Pos Jember untuk melakukan pencairan dengan membawa KPS, KTP asli dan foto kopi Kartu Keluarga (KK).
"Pengambilan dana BLSM tidak bisa diwakilkan, sehingga penerima harus mengambilnya sendiri ke Kantor Pos Jember," tuturnya.
Ia menjelaskan secara prosentase angka BLSM di Jember yang tidak tersalurkan sedikit, namun jumlah penerima di Kota Tembakau ini terbanyak kedua di Indonesia, sehingga sisa dana yang belum tersalurkan terlihat cukup besar mencapai Rp2,6 miliar.
"Ada dua kecamatan yang cukup rendah penyerapan BLSM yakni Kecamatan Puger sebanyak 69 persen dan Rambipuji sebesar 80 persen," ujarnya.
Beberapa faktor penyebab tidak tersalurkannya BLSM kepada penerima di beberapa kecamatan di Jember antara lain warga yang terdata sebagai penerima BLSM tidak berada di tempat karena bekerja ke luar kota dan sebagian warga tidak mengambil karena mereka sudah mampu.(*)
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013