Surabaya (Antara Jatim) - Mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya meredesain sekolah penyandang buta yakni SMPLB-A YPAB (Yayasan Penyandang Anak Buta), Jalan Gebang Putih, Surabaya, Sabtu. "Sejak tahun 2012, Program Studi Arsitektur UK Petra telah bekerja sama dengan cara meredesain bangunan sekolah agar sesuai dengan kebutuhan," kata Ketua Panitia 'Festival Empati Untuk Semua' UK Petra, Gunawan Tanuwidjaja ST MSc. Tahun ini, pihaknya memperingati satu tahun kerja sama itu, sekaligus uji coba desain melalui kegiatan "Festival Empati Untuk Semua" di SMPLB-A YPAB, Jalan Gebang Putih, Surabaya. "Festival Empati ini tak hanya melibatkan mahasiswa dari Program Studi Arsitektur, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Manajemen Keuangan, Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Teknik Industri," katanya. Ia menjelaskan ada 40 mahasiswa yang berpartisipasi. "Dengan acara ini diharapkan para mahasiswa akan dapat berempati sekaligus mengaplikasikan hasil proses belajar kepada masyarakat," katanya. Menurut dia, program ini merupakan bagian dari kegiatan "Service Learning" dalam mata kuliah Desain Inklusi. "Selama ini desain yang ada di SMPLB-A YPAB dinilai kurang ideal," katanya. Ia mencontohkan pintu dan jendela di koridor depan ruang kepala sekolah yang buka-tutup acapkali membuat para siswa celaka. Setelah melewati proses diskusi, tercetuslah desain perbaikan pintu dan jendela geser yang dianggap lebih mudah dan aman untuk tuna netra. Tak hanya uji coba desain baru saja, para mahasiswa pun mengajak siswa tuna netra untuk bersenang-senang dengan bermain catur dan ping-pong secara tutup mata. Dalam permainan ini, para mahasiswa ditutup matanya dan melawan siswa tuna netra. Tiap permainan ini, mereka akan memainkan "end game" yaitu lima langkah saja menuju permainan usai. Dalam waktu yang sama, Universitas Katolik Widya Mandala (WM) Surabaya bekerja sama dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk melakukan Bakti Sosial Pengobatan Umum Gratis yang juga menandai puncak Dies Natalis ke-53. Kegiatan bakti sosial itu menyasar lingkungan masyarakat Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya dengan taraf ekonomi rendah yang berjumlah sekitar 225 Kepala Keluarga dengan jumlah total seluruh anggota keluarga sekitar 350 orang. Jenis kegiatan bakti sosial yang diadakan berupa pemeriksaan tensi dan gula darah acak, pemeriksaan kesehatan oleh dokter, layanan pengobatan gratis, layanan konsultasi Keluarga Berencana dan Jajanan aman, serta pembagian sembako. Masyarakat di sekitar Kecamatan Sukolilo terpapar terhadap berbagai ancaman penyakit dan gaya hidup tidak sehat. Banyak dari mereka berprofesi sebagai petani tambak, maupun pemulung di tempat pembuangan sampah akhir. (*)

Pewarta:

Editor : FAROCHA


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013