Malang (Antara Jatim) - Salah seorang warga Kota Malang Mulyanto, Kamis menemukan sejumlah peninggalan bersejarah yang diduga peninggalan Kerajaan Majapahit. Peninggalan bersejarah yang ditemukan warga Kecamatan Sukun tersebut berupa sebuah meja batu atau dolmen dan dua buah lumpang. Benda bersejarah itu ditemukan ketika Mulyanto menggali tanah untuk membuat kolam ikan. "Ketika Mulyanto menggali tanah pada kedalaman sekitar satu meter, ditemukan dua buah lumpang batu besar yang sudah pecah, satu buah batu hitam berbentuk meja, lumpang batu kecil, dan sebuah dolmen," kata arkeolog di Malang Suwardono. Benda bersejarah tersebut, saat ini diamankan di balai RW setempat dan akan dilaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang. Menurut Suwardono, dengan ditemukannya benda-benda bersejarah itu mengindikasikan jika kawasan Bakalan Krajan Sukun, pada masa lalu merupakan wilayah pemukiman yang sangat tua, karena adanya bangunan suci agama Hindu atau yang disebut candi. Suwardono mengemukakan, sebelum ditemukannya dolmen dan lumpang ini, pada tahun 1993 juga ditemukan Yoni landasan sebuah arca dewa. Jadi, di wilayah Bakalan Krajan ini, pada masa lalu merupakan situs hunian dan pemujaan. Dosen sejarah IKIP Budi Utomo itu mengatakan, benda-benda bersejarah yang ditemukan, seperti lumpang dam dolmen tersebut diduga merupakan cikal bakal candi desa di Bakalan Krajan lama sebelum kerajaan Majapahit berdiri. "Dengan adanya temuan-temuan ini besar kemungkinan jika desa Bakalan Krajan merupakan salah satu desa tertua di Kota Malang. Dan, kemungkinan besar masih banyak peninggalan sejarah yang tertimbun di bawah bangunan dan rumah warga," katanya. Suwardono berharap, jika ada warga yang menemukan benda bersejarah, bisa melapor pada Pemkot Malang atau arekolog agar bisa diselamatkan. Sebab, pada tahun 1993 kabarnya warga yang menemukan arca, tetapi arca dewa yang kemungkinan besar dewa Wisnu itu telah dijual.(*)

Pewarta:

Editor : Masuki M. Astro


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2013