Pemerintah Provinsi Jawa Timur mempermudah proses pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui pengaturan jadwal layanan yang lebih fleksibel, penambahan operator, serta rentang waktu pelayanan lebih panjang bagi calon murid.
“Mungkin bisa melihat suasananya jadi cukup longgar karena memang semua sudah diatur waktunya. Mereka bisa memastikan di tanggal berapa dan jam berapa mereka bisa mendaftarkan untuk dilakukan verifikasi dari seluruh data-data primer mereka,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau proses pengambilan PIN dan verifikasi data di sejumlah sekolah di Surabaya, Selasa.
Ia mengatakan hingga saat ini dari kuota layanan yang disediakan 1.495.200 kuota, tercatat 145.107 kuota telah terisi dan 114.070 calon murid telah tertangani.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan pembenahan agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang lebih baik.
Namun, ia mengingatkan daya tampung SMA dan SMKN di Jawa Timur sekitar 39,3 persen dari total lulusan SMP dan sederajat.
“Sebanyak-banyaknya mereka berharap bisa masuk sekolah yang diinginkan, tetapi kapasitas SMA-SMKN itu kira-kira hanya 39,3 persen. Jadi selalu ada ruang di mana mereka harus menentukan ke sekolah-sekolah swasta,” katanya.
Oleh karena itu, Pemprov Jatim mengapresiasi peningkatan partisipasi sekolah swasta dalam menyediakan beasiswa bagi calon siswa. Pada 2026 tercatat 2.106 SMA dan SMK swasta menyediakan program beasiswa, meningkat dibandingkan 1.757 sekolah pada 2025.
Jumlah calon siswa penerima manfaat beasiswa juga naik dari 72.989 siswa pada 2025 menjadi 79.086 siswa pada tahun ini.
“Saya ingin menyampaikan terima kasih bahwa SMA-SMK swasta memberikan ruang beasiswa kepada anak-anak di Jawa Timur,” ujarnya.
Khofifah menambahkan hasil pemantauan di SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 5, dan SMA Negeri 9 Surabaya menunjukkan proses layanan berjalan tertib dengan ruang verifikasi yang lebih longgar serta antrean yang teratur.
Menurut dia, rentang waktu pengambilan PIN yang berlangsung pada 29 Mei hingga 9 Juni 2026 serta penambahan rata-rata 10 operator layanan di setiap sekolah turut mendukung optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.
“Ini juga bisa dilihat di semua kabupaten/kota se-Jawa Timur. Artinya Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terus berbenah untuk meningkatkan layanan kepada calon-calon siswa,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pengambilan PIN berlangsung hingga 9 Juni 2026, sedangkan verifikasi data ditutup pada 10 Juni 2026.
Ia menyebut antrean pengambilan PIN tahun ini lebih lancar karena setiap sekolah memperoleh kuota layanan harian 200 peserta dan pelayanan tetap dibuka pada akhir pekan maupun hari libur.
“Sabtu, Minggu bahkan hari libur pun kita juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena kita tidak ingin lagi masyarakat merasa punya waktu cukup singkat untuk mengambil PIN,” katanya.
Aries menjelaskan PIN menjadi tahapan penting sebelum calon murid mengikuti jalur seleksi berikutnya, seperti jalur domisili, afirmasi, mutasi, maupun jalur lainnya.
Hingga kini sekitar 91 ribu calon murid telah mengambil PIN dari total kuota layanan sekitar 1,4 juta orang. Pengambilan PIN dapat dilakukan secara daring, sedangkan verifikasi dilakukan di sekolah tujuan untuk mencocokkan data yang telah diunggah.
Ia menambahkan belum ditemukan kendala berarti di lapangan. Calon murid yang belum menerima Surat Keterangan Lulus (SKL) tetap dapat menggunakan surat keterangan kelas IX sebagai syarat pengambilan PIN.
Editor : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026