Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menindaklanjuti keluhan warga terkait penyelesaian pembangunan gedung serba guna (GSG) di kawasan Lontar, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Yona dalam keterangannya di Surabaya, Jumat mengaku langsung melakukan komunikasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya terkait kelanjutan pembangunan GSG tersebut.

“Sudah ada konfirmasi dari Kepala DPRKPP Surabaya setelah saya tanyakan langsung. Insya Allah segera dilanjutkan proses finishingnya,” kata Yona saat melakukan reses di wilayah Lontar.

Politisi Gerindra itu menilai bangunan GSG sebenarnya cukup representatif. Namun hingga kini, gedung tersebut belum diserahkan kepada warga karena proses pembangunan dinilai belum benar-benar selesai.

“Bangunan ini belum bisa dikatakan selesai karena di beberapa titik masih belum diselesaikan. Bahkan kata warga, sudah cukup lama tidak ada aktivitas pengerjaan,” ujarnya.

Menurut Yona, kondisi tersebut sangat disayangkan mengingat keberadaan GSG memiliki fungsi penting sebagai pusat aktivitas sosial dan kegiatan kemasyarakatan warga.

“Padahal gedung ini harusnya sudah bisa dimanfaatkan warga untuk kegiatan lingkungan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Saat melakukan inspeksi ke beberapa bagian gedung, Yona menemukan sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan.

Mulai keramik maupun granit lantai yang terlihat rusak, plafon yang mulai bermasalah, hingga beberapa bagian tembok yang tampak retak.

Atas temuan itu, Yona langsung berkoordinasi dengan kepala DPRKPP dan meminta Pemerintah Kota Surabaya maupun dinas terkait untuk memberi perhatian serius agar proses penyelesaian dan perbaikan segera dilakukan.

“Harapan warga tentu gedung ini segera bisa dimanfaatkan dan difungsikan. Karena keberadaan GSG ini sangat vital bagi kegiatan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, warga mengeluhkan gedung yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat tersebut hingga kini belum bisa difungsikan secara maksimal lantaran sarana dan prasarana penunjang belum lengkap.

 

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026