Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, Jawa Timur meminta seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di kota itu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyusupan kelompok Anarko.

Hal itu, kata Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) saat diskusi bersama 176 perwakilan ormas bertema "Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dan Memperkuat Persatuan dalam Wadah NKRI Berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan" di Mojokerto, Selasa, karena bukti nyata pergerakan kelompok ini sudah ada di Jawa Timur.

Anarko merujuk pada paham anarkisme, yakni filosofi dan gerakan politik yang menolak segala bentuk hierarki, otoritas, dan paksaan, terutama negara, sistem kapitalisme, dan institusi agama.

Ia memberikan contoh insiden pembakaran Gedung Negara Grahadi di Surabaya pada Agustus tahun lalu. 

"Itu adalah bagian dari kelompok Anarko yang menyusup," katanya.

Padahal, katanya, pada sore harinya Kapolda dan Gubernur sudah menemui para pendemo secara langsung, tetapi kecolongan beberapa jam, setelah itu terjadi kebakaran.

"Ini adalah kelompok yang memecah belah persatuan," kata Ning Ita.

Ia juga menjelaskan, saat ini Badan Intelijen Negara (BIN) sedang bergerak aktif memburu kelompok Anarko dengan karakteristik kelompok ini kerap menyusup ke dalam organisasi-organisasi resmi untuk merusak agenda murni dari organisasi tersebut.

"Teman-teman BIN sekarang sedang berburu kelompok Anarko itu karena mereka rata-rata menyusup ke dalam organisasi resmi. Seolah-olah itu agenda ormas, padahal organisasinya tidak demikian. Tolong bapak-ibu jaga ormasnya masing-masing jangan sampai disusupi, karena mereka tidak kelihatan," ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa menyampaikan pendapat dan kritik adalah hak warga negara yang dilindungi undang-undang.

Namun, tindakan tersebut harus dilakukan dengan cara-cara yang legal, bukan dengan anarkisme, perusakan fasilitas umum, atau penjarahan aset.

Khusus di Kota Mojokerto, katanya, kanal Curhat Ning Ita bisa menjadi media untuk menyampaikan saran dan kritik.

"Jangan sampai Kota Mojokerto yang terkenal sebagai Kota Harmoni oleh Kementerian Agama dan baru sebulan lalu menerima apresiasi sebagai Kota Toleran 2026, tercederai oleh masuknya kelompok Anarko secara halus ke ormas di sini," katanya.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Vicki Febrianto


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026