Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kota Mojokerto, Jawa Timur memberikan edukasi makanan sehat kepada pelajar melalui sosialisasi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) di SMP Negeri 1 Mojokerto dan SMP Negeri 5 Mojokerto, Selasa.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari hadir langsung untuk memberikan pemahaman kepada para pelajar tentang pentingnya memilih makanan sehat sebagai bekal menuju generasi emas daerah setempat.

Ia mengatakan B2SA konsep dasar pola makan sehat yang harus dipahami sejak usia sekolah.

“Apa itu B2SA, Jadi makanan yang kalian makan itu pertama harus beragam, kedua harus bergizi seimbang, dan ketiga harus aman,” katanya.

Ia menyampaikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya memenuhi kategori B2SA karena dalam setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah didampingi ahli gizi.

Namun demikian, para siswa tetap perlu memiliki pemahaman tentang pola makan sehat karena kebutuhan konsumsi harian tidak hanya berasal dari MBG.

“Yang kalian makan setiap hari kan tidak hanya MBG. Kalian masih dapat uang saku dari orang tua dan masih jajan. Nah, uang jajan itu pilihlah makanan yang memenuhi kategori B2SA,” katanya.

Ning Ita --sapaan akrab Wali Kota Ika Puspitasari itu, juga mengingatkan tentang kebiasaan siswa membeli jajanan di sekitar sekolah maupun pedagang kaki lima.

Ia menegaskan pemerintah tidak melarang siswa jajan, namun mereka harus mampu memilih makanan sehat dan bergizi.

“Memang uang jajannya boleh dibelikan makanan apa saja, tapi tolong pilihlah makanan yang sehat. Karena kesehatan kalian dan kecerdasan berpikir kalian sangat ditentukan oleh makanan yang masuk ke dalam tubuh kalian,” katanya.

Ia menjelaskan konsumsi makanan yang terlalu banyak gula dapat memicu gangguan kesehatan serta menurunkan konsentrasi belajar.

Selain itu, masa remaja fase penting pertumbuhan organ tubuh sehingga membutuhkan asupan nutrisi lengkap dan seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, hingga serat.

“Jangan isinya hanya karbohidrat dan protein saja, tapi juga harus ada lemak, vitamin, mineral, dan serat. Semua itu sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan kalian,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan perhatian pemerintah terhadap pola makan pelajar bagian dari upaya menyiapkan generasi emas di daerah itu.

Menurutnya, kesehatan dan pendidikan dua syarat utama mencetak sumber daya manusia unggul.

Ia juga mendorong para siswa terus belajar dan menggali potensi diri, baik bidang akademik maupun non-akademik, seperti olahraga dan seni.

“Kalau belum punya prestasi akademik, jangan berkecil hati. Gali potensi kalian di luar akademik. Yang penting ditekuni dengan konsisten dan terus-menerus,” demikian Ning Ita.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026