Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun, Jawa Timur, menyiapkan tim pemeriksa antemortem dan postmortem hewan kurban yang disebar di 15 kecamatan setempat dalam menghadapi Idul Adha 1447 Hijriah/2026.
Kepala Bidang Peternakan DKPP Kabupaten Madiun Harris Imballo Siregar di Madiun, Senin, mengatakan tim pemeriksa terdiri dari sekitar 30 personel yang melibatkan dokter hewan, paramedik veteriner, petugas kecamatan, hingga inseminator.
"Kami sudah membuat surat perintah tugas tim pemeriksa hewan kurban yang disebar merata di 15 kecamatan," ujarnya.
Tim tersebut, kata dia, mulai bekerja sejak 18 Mei 2026 untuk melakukan pemeriksaan di pasar hewan maupun lokasi penjualan ternak serta di lokasi-lokasi penyembelihan hewan kurban.
Harris menjelaskan dalam pemeriksaan antemortem, petugas akan memfokuskan pengawasan pada penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Petugas akan memeriksa gejala klinis seperti hipersalivasi atau air liur berlebihan, kepincangan pada kaki, hingga munculnya benjolan atau luka di tubuh hewan.
"Kalau ditemukan gejala PMK atau LSD, kami sarankan untuk diobati atau dikarantina sampai sembuh terlebih dahulu," katanya.
DKPP Kabupaten Madiun juga memastikan ketersediaan hewan kurban di wilayah setempat dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Idul Adha.
DKPP mencatat populasi sapi jantan mencapai 3.134 ekor. Sementara populasi kambing mencapai 82.942 ekor dengan estimasi 30 persen atau sekitar 24.882 ekor merupakan kambing jantan.
Populasi domba tercatat sebanyak 9.442 ekor dengan sekitar 2.832 ekor domba jantan.
DKPP juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban. Warga diminta membeli hewan di lapak atau tempat penjualan yang telah mengantongi surat keterangan pemeriksaan hewan kurban dari dinas atau otoritas veteriner setempat.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan kondisi hewan dalam keadaan sehat, seperti makan dan minum normal, tidak mengalami pincang, serta tidak mengeluarkan air liur berlebihan.
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026