Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di 38 kabupaten/kota sebagai upaya meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana .

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Jatim Deni Kiki Melia Tamara dalam keterangannya di Surabaya, Rabu, mengatakan pembentukan Destana ini diawali di wilayah Mataraman, mulai dari Kabupaten Tulungagung, Magetan, Trenggalek hingga Kabupaten dan Kota Madiun.

"Selain itu, di Tulungagung, pembentukan Destana dilangsungkan di Desa Panjerejo Kecamatan Rejotangan. Sedangkan di Magetan, kegiatan Destana berfokus di Desa Jabung, Kecamatan Panekan," katanya.

Ia mengatakan pembentukan Destana ini merupakan bagian dari upaya BPBD Jatim dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya.

"Sebagaimana arahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa melalui Kalaksa BPBD Jatim, kesiapsiagaan adalah prioritas utama di setiap lapisan masyarakat. Destana ini merupakan salah satu bentuk langkah konkret dari pemerintah kepada masyarakat, untuk membangun masyarakat yang siap siaga, tanggap dan tangguh terhadap setiap ancaman bencana," ujarnya.

Dengan dibentuknya Destana, kata dia, diharapkan masyarakat dapat mengenali potensi ancaman bencana, siap dalam keadaan darurat, serta berkemampuan untuk memulihkan diri dari dampak bencana yang merugikan.

"Untuk di Trenggalek, pembentukan Destana menyasar di Desa Timahan Kecamatan Kampak. Di Kabupaten Madiun, pembentukan Destana berlokasi di Desa Nglanduk Kecamatan Wungu dan di Kota Madiun, kegiatan ini menyasar Kelurahan Patihan, Kecamatan Manguharjo," katanya.

Ia mengatakan, di setiap pembentukan Destana, BPBD Jatim juga memberikan bantuan 100 bibit pohon produktif, seperti, bibit pohon durian, alpukat, kelengkeng, dan jambu air.

"Bantuan bibit ini diharapkan bisa menjadi mitigasi vegetatif bagi desa setempat yang manfaatnya juga bisa dirasakan secara ekonomis oleh warga sekitar," katanya.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaannya, sejumlah materi diberikan kepada peserta Destana, mulai dari pengenalan pentingnya Destana, Kajian Risiko Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana.

"Selain itu, juga diberikan materi Rencana Aksi Komunitas, SOP Peringatan Dini, SOP Evakuasi, Rencana Kontingensi, pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) hingga pembentukan Forum PRB Desa," katanya.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor : Taufik


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026