Rumah Literasi Digital (RLD) menggelar pelatihan bertajuk "AI Short Content Creator" untuk membekali warga Surabaya kemampuan memproduksi konten video pendek berbasis kecerdasan buatan.
Direktur RLD Andika Ismawan mengatakan pelatihan tersebut digelar sebagai respons atas pesatnya perkembangan teknologi digital yang kini mendorong transformasi dalam industri kreatif, khususnya produksi konten visual.
"Metode berbasis visual jauh lebih mudah dipahami publik. Melalui berbagai tools AI yang kami pelajari hari ini, pembuatan konten bukan lagi soal kerumitan, tapi efisiensi dan kreativitas," kata Andika di Surabaya, Selasa.
Ia menjelaskan, masyarakat saat ini cenderung lebih cepat menyerap informasi yang disajikan secara visual sehingga penguasaan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) menjadi kebutuhan baru bagi kreator konten.
Menurut dia, pelatihan itu diikuti puluhan peserta dari berbagai latar belakang profesi yang dibekali pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi AI untuk mempercepat proses produksi video pendek tanpa harus bergantung pada peralatan kamera berbiaya tinggi.
Selain itu, kata dia, peserta juga diajak memahami berbagai aplikasi berbasis AI yang mampu mengotomatiskan proses kreatif mulai dari penyusunan konsep, pembuatan visual, hingga penyuntingan video secara instan.
Sementara itu, praktisi AI Filmmaker RLD Deni Adi Santoso yang menjadi pemateri utama mengatakan teknologi kecerdasan buatan telah mengubah pola produksi konten digital menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas visual.
"Dengan AI, proses yang biasanya memakan waktu berhari-hari kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit dengan hasil tetap estetik dan berpotensi viral," kata Deni.
Dalam kesempatan yang sama, pemilik Hanaka Social Space Prasetyo Hadi Susanto mengapresiasi inisiatif para jurnalis Surabaya yang tergabung dalam RLD karena aktif menghadirkan ruang edukasi teknologi bagi masyarakat.
Ia menilai kegiatan semacam itu penting untuk mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang literasi digital seiring berkembangnya tren industri kreatif berbasis teknologi.
"Sebagai tuan rumah, kami bangga bisa menjadi bagian dari edukasi ini dan siap mendukung penuh kegiatan serupa yang berkaitan dengan penguatan literasi digital," katanya.
Di sisi lain, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari jejaring pelaku usaha lokal melalui pemberian souvenir dan voucher kepada peserta sebagai bentuk sinergi antara komunitas literasi digital dengan sektor bisnis kreatif.
RLD berharap pelatihan ini mampu melahirkan kreator konten baru dari Surabaya yang dapat bersaing di tingkat nasional dengan memanfaatkan perangkat sederhana namun didukung penguasaan teknologi AI.
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Timur 2026