Langkah strategisnya antara lain melalui digitalisasi pemasaran produk yang telah bersertifikat halal ke dalam platform marketplace

Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 120 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti pelatihan platform marketplace yang digelar Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur di Surabaya pada 18-19 April untuk memperkuat pemasaran produk halal.

"Langkah strategisnya antara lain melalui digitalisasi pemasaran produk yang telah bersertifikat halal ke dalam platform marketplace," kata Pelaksana Tugas (Plt) ISNU Jawa Timur Prof Afif Hasbullah saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III PW ISNU Jatim menjelang pelatihan itu di Surabaya, Sabtu.

Menurut dia, pelatihan yang diinisiasi Lembaga Solusi Halal (LSH) PW ISNU Jatim tersebut dirancang untuk mensinergikan pelaku usaha dengan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) agar produk halal lokal mampu menjangkau pasar lebih luas secara profesional.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Bangkalan, Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Mojokerto Raya, Malang Raya, Pasuruan Raya, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Nganjuk, Banyuwangi, Trenggalek, dan Sumenep.

Dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan Halal Bihalal itu, Wakil Ketua PW ISNU Jawa Timur Dr Muhammad Yasin menilai pelatihan marketplace bagi UMKM sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur meningkatkan pemasaran produk melalui sinergi dengan 20 provinsi di wilayah timur.

"Peningkatan pemasaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan platform marketplace yang sudah dikenal, tanpa harus membuat platform baru, namun tetap memerlukan pelatihan agar pelaku usaha mampu mengoptimalkan penggunaannya," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Industri Produk Halal Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Jawa Timur Siti Nur Husnul Yusmiati menyebut merek halal menjadi faktor penting dalam pemasaran karena 53 persen masyarakat mempertimbangkan aspek kehalalan produk.

Ia menambahkan LSH PW ISNU Jawa Timur telah berkontribusi dalam edukasi sertifikasi halal, termasuk pada NUconomic Festival 2026 yang diselenggarakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Kampung Coklat, Blitar pada 5-7 Februari 2026.

Sejak diinisiasi pada 2021, LSH PW ISNU Jawa Timur telah mendampingi sekitar 85.000 pelaku UMKM di Jawa Timur hingga 2025, dengan melibatkan 560 sarjana Nahdlatul Ulama sebagai pendamping.

Ketua Pelaksana Pelatihan Platform Marketplace bagi UMKM dan P3H ISNU Jawa Timur Sumangat menjelaskan materi pelatihan meliputi ekspansi bisnis, akses permodalan, pengelolaan usaha daring, strategi pemasaran digital, serta penguatan ekonomi bisnis di era digital.

Ia menambahkan pelatihan tersebut juga memberikan pendampingan teknis on boarding atau pembukaan toko di marketplace, termasuk optimalisasi strategi pemasaran dan penulisan deskripsi produk guna memperkuat keberlanjutan bisnis UMKM halal.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026