Para pengurus perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan menulis kegiatan secara baik dan benar.

Surabaya (ANTARA) - Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Surabaya menyelenggarakan pelatihan jurnalistik dan public speaking kepada 31 Pengurus Anak Cabang (PAC) untuk meningkatkan keterampilan dokumentasi.

“Para pengurus perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan menulis kegiatan secara baik dan benar,” kata Ketua PC Muslimat NU Surabaya Lilik Fadilah di Surabaya, Senin.

Lilik mengatakan pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan pada Sabtu (11/4) ini penting agar kader dapat menjamahkan literasi digital dan kemampuan menulis sehingga mampu meng-counter apabila terdapat pemberitaan hoaks/negatif.

“Pengurus juga bisa menyebarluaskan kegiatan organisasi secara efektif. Ini krusial untuk penguatan kaderisasi, publikasi dakwah, dan membangun pemikiran kritis di era digital,” katanya.

Kegiatan PC Muslimat NU Surabaya tersebut menghadirkan dua narasumber jurnalis LKBN ANTARA yaitu Astrid Faidlatul Habibah dan Mochamad Asim.

Dalam hal ini, Jurnalis LKBN ANTARA Astrid Faidlatul Habibah memberikan edukasi mengenai penulisan siaran pers atau laporan kegiatan sedangkan Mochamad Asim membagikan teknik fotografi.

Astrid menuturkan menulis siaran pers tidak hanya menjadi sarana menyebarkan informasi namun juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan citra positif.

Menurutnya, siaran pers yang ditulis dengan kalimat sederhana namun tetap lugas akan mampu menyampaikan inti sebuah informasi dengan benar kepada masyarakat dan tidak menimbulkan hoaks.

Kegiatan pelatihan jurnalistik ini dijadwalkan berlangsung dalam satu hari mencakup berbagai sesi seperti teknik menulis berita, etika jurnalistik, dan public speaking, serta diskusi mengenai peran media massa.

Pelatihan jurnalistik ini dibuka secara resmi oleh Ketua PC Muslimat NU Surabaya Lilik Fadilah bersama Ketua II PC Muslimat NU Surabaya Masfufah Hasyim serta dihadiri oleh sekitar 65 orang PAC di Surabaya.



Pewarta: Faizal Falakki
Editor : A Malik Ibrahim
COPYRIGHT © ANTARA 2026