Surabaya (ANTARA) - Telkomsel mengapresiasi kehadiran Rumah Literasi Digital (RLD) di Surabaya yang membantu masyarakat terutama generasi muda untuk melek teknologi sekaligus bijak dalam bermedia sosial.
Manager Corporate Communications Telkomsel area Jawa Bali Erwin Kusumawan menyebut RLD sebagai terobosan luar biasa, terutama bagi jurnalis dan pegiat media, dalam membentuk narasi positif di era digital.
“Era digital tidak bisa kita hindari. Mau tidak mau, kita harus berdamai dan mampu memanfaatkannya, termasuk teknologi seperti AI,” kata Erwin saat berkunjung ke Rumah Literasi Digital di Surabaya, Kamis.
Ia menekankan jika media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda.
Namun, lanjutnya, di balik potensi besar itu, juga terdapat ancaman jika tidak dimanfaatkan secara bijak.
“Setiap orang punya media sosial. Jika narasi yang dibangun negatif, tentu akan merugikan mereka sendiri,” ucapnya.
Sebagai bentuk sinergi, Telkomsel membuka peluang kolaborasi dengan RLD melalui program edukasi digital di sekolah-sekolah.
Fokusnya, kata Erwin, adalah memberikan pemahaman mengenai penggunaan media sosial yang sehat dan membangun.
“Target kami menghadirkan digitalisasi sebagai hal yang positif dalam kehidupan generasi muda. Tidak hanya menjadi pengguna konsumtif, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan manfaat,” ujarnya.
Selain edukasi, Erwin mengungkapkan, kegiatan ke depan juga mencakup kompetisi digital kreatif bagi pelajar sebagai wadah menyalurkan ide-ide positif di dunia maya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas digital anak-anaknya.
“Mereka mungkin tampak diam di rumah, tapi pergerakan jari-jari di gadget bisa membawa pengaruh besar. Dunia saat ini ada di genggaman mereka,” tuturnya.
Erwin berharap keberadaan Rumah Literasi Digital dapat menjadi tonggak perubahan bagi generasi muda agar tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk kebaikan diri dan lingkungan sekitar.
